Walikota bkl Dr.Dedy Wahyudi
KHAZANAHNEWS.COM**Viralnya pembongkaran warung pedagang dipinggir DDTS yang brutal
Walikota Bengkulu, Dr.Dedy Wahyudi,SE, MM merasa difitnah. Walikota menelpon sejumlah media termasuk KHAZANAHNEWS.COM
karena muncul narasi negatif brutalnya pembongkaran karena puing-
puing dibuang didalam Danau Dendam.

Disampaikan Walikota
Cerita sebenarnya, beberapa waktu lalu dirinya mengunjungi para pedagang di Danau Dendam Tak Sudah di Kelurahan Dusun Besar.
Dalam kesempatan ini Walikota meminta para pedagang menjaga kawasan danau agar bersih dan ramai pengunjungnya.
Namun sesudah kunjungan tersebut muncul narasi negatif. Walikota mengingatkan agar
tidak mudah mengambil kesimpulan sebelum mengetahui fakta sebenarnya.
Walikota menduga ada skenario terselubung untuk menjatuhkan dirinya.
“Ini sengaja ada pihak yang ingin menjatuhkan Walikota. Padahal kunjungannya tersebut walikota meminta pedagang untuk tidak memaksa membeli dagangan mereka, jika pengunjung hanya mau duduk menikmati keindahan Danau Dendam Tak Sudah.
Agar lebih meyakinkan pengunjung, pedagang diminta menempelkan tulisan jika pengunjung gratis untuk bersantai di area ini.
Dengan cara seperti ini, Walikota berharap para pengunjung danau merasa nyaman, pengunjung semakin ramai, dan pedagang juga akan mendapatkan berkah karena akan semakin banyak orang belanja.
Namun pasca kedatangan walikota ini, tidak lama kemudian sejumlah kursi dan meja milik pedagang di Danau Dendam Tak Sudah berhamburan. Hal ini sempat viral dan menjadi perbincangan di media sosial.
Peristiwa ini pun sampai ke Walikota. Kepada KHAZANAHNEWS.COM Via pon, Minggu(18/5) Walikota Dedy Wahyudi mengaku terkejut. Dia sama sekali tidak tahu siapa pelaku yang membuat kursi dan meja itu berhamburan ke dalam danau. Kejadian itu sama sekali tidak benar.
Kejadian ini diduga malam hari. Ini Fitnah,” lanjut Walikota berang.
Walikota menegaskan saat ini memang Pemerintah Kota sedang melakukan penataan wisata. Namun tidak dengan cara menghamburkan kursi atau meja pedagang. Karenanya Walikota meminta seluruh masyarakat, termasuk masyarakat budaya Bengkulu tidak terprovokasi dengan kejadian brutal tersebut.***hasanah










