Deputi Kaperwil BI “Ditengah Ketidakpastian Global Ekonomi Bengkulu Tetap Berjalan Baik”

oleh -37 Dilihat
oleh

 

KHAZANAHNEWS.COM**Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Jumat (28/11) di Ballroom Hotel Mercure Bengkulu. Mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” dihadiri Gubernur, Forkopimda,  bupati dan wali kota, pimpinan perguruan tinggi, pelaku usaha binaan BI, serta insan pers. Deputi Kepala Perwakilan BI Bengkulu, M. Irfan Octama, menyampaikan laporan utama terkait kondisi ekonomi Bengkulu sepanjang 2025 serta prospek tahun 2026.

Dalam paparannya, Irfan menekankan bahwa kinerja ekonomi Bengkulu tetap solid meski dihadapkan pada tingginya ketidakpastian global. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah berjalan stabil sepanjang 2025, didukung oleh meningkatnya konsumsi masyarakat seiring perbaikan harga berbagai komoditas unggulan seperti kopi dan crude palm oil (CPO). Momentum konsumsi juga terdorong oleh kebijakan pencairan THR dan gaji ke-13 bagi ASN.

“Sinergi kebijakan antara Pemerintah dan Bank Indonesia menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di tengah gejolak global,” ujar Irfan.

Ia menjelaskan bahwa dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Bengkulu selama 2025 didorong kuat oleh sektor pertanian dan perdagangan. Prospek membaiknya harga turunan sawit, meningkatnya produksi hasil peremajaan tanaman, serta perbaikan produksi pertanian menjadi faktor penopang utama. Selain itu, geliat konsumsi masyarakat turut memicu pertumbuhan positif sektor perdagangan, sehingga aktivitas ekonomi tetap terjaga.

Dari sisi pengendalian harga, Bank Indonesia mencatat inflasi Bengkulu sepanjang 2025 tetap berada dalam kisaran target nasional. Kondisi ini tidak terlepas dari perbaikan pasokan hortikultura, intensitas pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), operasi pasar, serta penyaluran alat dan sarana produksi pertanian bagi kelompok tani guna menjaga ketersediaan komoditas.

Memasuki tahun 2026, Irfan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Bengkulu berpotensi melaju lebih cepat. Faktor akselerasi konsumsi rumah tangga serta membaiknya kinerja beberapa sektor utama diperkirakan menjadi pendorong. Sektor pertanian kembali menjadi fokus penting, terutama seiring program strategis seperti cetak sawah, optimalisasi lahan, hingga penguatan hilirisasi komoditas unggulan yang dinilai mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi petani.

Bank Indonesia juga menyoroti perkembangan pesat digitalisasi ekonomi di Bengkulu. Hingga Oktober 2025, pengguna QRIS telah mencapai 262,8 ribu, dengan jumlah merchant mencapai 223,5 ribu. Kehadiran inovasi seperti QRIS TAP dan QRIS Cross Border dinilai memperkuat ekosistem pembayaran digital serta membuka peluang transaksi lintas negara yang lebih efisien.

Untuk menjawab berbagai dinamika ekonomi ke depan, Bank Indonesia menilai perlunya penguatan sinergi lintas sektor. Irfan menyebut empat prioritas strategis yang akan terus didorong: menjaga iklim investasi yang kondusif, memperkuat hilirisasi dan pembiayaan kreatif bagi pelaku usaha, penyelarasan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri, serta melanjutkan diplomasi percepatan proyek-proyek infrastruktur dan kawasan industri.***has

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.