KHAZANAHNEWS.COM**Saat berdialog dengan Wagub Mian, Sekda Herwan Antoni, Kadinkes Edriwan, menteri kesehatan RI, Budi Sadikin Gunadi pada jajaran rumah sakit M.Yunus memaparkan rs harus menentukan prioritas untuk layanan di rumah sakit harus seperti apa? Menkes menyampaikan pelayanan di rumah sakit harus maksimal. Karena kalau tidak akan menyebabkan kematian. Saat ini kematian di rumah sakit yang paling tinggi itu penyakit stroke setahun tercatat mencapai angka 300.000.

Disusul nomor 2 jantung 260.000-an nomor 3 itu kanker 230.000 dan nomor 4 itu ginjal penyebab kematian utama. Nah untuk stroke Saya ingin seluruh kabupaten kota tahun 2027, 514 rumah sakit kabupaten/Kota bisa menangani diagnostiknya kemudian bisa melakukan tatalaksananya untuk yang penyakit stroke. Menkes berjanji tahun 2027 514 kabupaten/ kota dan semua alatnya akan dikirim? City scan cat lab set bedah high speed drill Microsoft itu dibagi ke 514 kabupaten kota, bisa buat jantung bisa buat stroke dan ini dua-duanya menyelamatkan nyawa manusia.
Menkes sejumlah alat kesehatan yang dibutuhkan RS M YUNUS akan dipenuhi, namun Menkes juga khawatir jika alat lengkap tapi dokter spesialisnya yang kurang. Padahal tujuan kita menyiapkan alat-alat kesehatan agar rs lebih siap menyelamatkan pasien, tidak perlu lagi dibawa ke daerah lain. Ia minta pihak rumah sakit M Yunus menyiapkan terlebih tenaga ahli atau dokter spesialis termasuk dokter-dokter bedah termasuk dokter jantung. Setelah meninjau beberapa ruangan dan pasien serta berdialog dengan jajaran RS M YUNUS, Menkes yang didampingi Wagub Mian dan PLT Direktur Herry Permana sesudah peninjauan ke RS M YUNUS rombongan Menkes meninjau RS ratusan miliar yang sedang dibangun dikabupaten Bengkulu Tengah,Rabu(17/12).***hasanah









