DORONG PEREKONOMIAN DAERAH KINERJA INDUSTRI JASA KEUANGAN BENGKULU POSITIF

oleh -6 Dilihat
oleh

 

KHAZANAHNEWS.COM**Bengkulu, Maret 2026. Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bengkulu menyatakan Sektor Jasa Keuangan di Provinsi Bengkulu sampai posisi Desember 2025 dalam kondisi stabil dan tumbuh dengan kondisi likuiditas yang memadai dalam mendukung pertumbuhan perekonomian daerah di Provinsi Bengkulu di tengah ketidakpastian kondisi global.

Perkembangan Industri PerbankanKinerja industri perbankan tergolong baik, tercermin dari pertumbuhan Aset bank umum yang terdiri dari Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah sebesar Rp 2,1 triliun atau 6,38 persen (yoy) menjadi Rp 35,05 triliun. Pertumbuhan ini didukung dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) secara tahunan sebesar Rp0,93 triliun atau 5,12 persen menjadi Rp19,14 triliun.Penyaluran kredit Bank Umum di Provinsi Bengkulu pada posisi Desember 2025 mencapai Rp31,21 triliun, tumbuh sebesar 5,58 persen (yoy) dengan kualitas kredit yang terjaga dengan rasio NPL/F sebesar 1,55 persen (Desember 2024 1,46 persen).Pertumbuhan kredit di Provinsi Bengkulu, berdasarkan jenis penggunaan, didominasi pertumbuhan pada Kredit Konsumsi sebesar Rp1,18 triliun atau sebesar 7,75 persen (yoy) menjadi Rp16,44 triliun dan Kredit Investasi sebesar Rp691 miliar atau sebesar 12,13 persen menjadi Rp6,39 triliun. Sedangkan untuk dan Kredit Modal Kerja mengalami penurunan sebesar Rp224 miliar atau sebesar 2,60 persen (yoy) menjadi Rp8,39 triliun. Berdasarkan sektor ekonomi, pertumbuhan kredit didorong penyaluran pada sektor Rumah Tangga sebesar Rp753 miliar atau 7,67 persen (yoy), sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh sebesar Rp522 miliar atau 8,17 persen (yoy) dan Bukan Lapangan Usaha Lainnya sebesar Rp430 miliar atau 7,92%,85 persen (yoy).Penyaluran kredit UMKM di Provinsi Bengkulu telah mencapai sebesar Rp13,69 triliun atau 43,85 persen dari total penyaluran kredit. Kredit UMKM secara tahunan mengalami pertumbuhan sebesar Rp296 miliar atau sebesar 2,21 persen (yoy) dengan kualitas kredit UMKM yang terjaga dengan rasio NPL/F sebesar 2,03 persen.Perkembangan kinerja BPR dan BPRS di Provinsi Bengkulu tergolong baik dengan pertumbuhan aset sebesar Rp59,71 miliar atau sebesar 16,17 persen menjadi Rp428,95 miliar. Pertumbuhan aset ini didukung oleh peningkatan penghimpunan DPK sebesar Rp41,09 miliar atau 17,51 persen (yoy) menjadi Rp275,76 miliar. Sementara itu, penyaluran kredit mengalami pertumbuhan sebesar Rp46,07 miliar atau 16,56 persen menjadi Rp324,33 miliar pada posisi Desember 2025.

Perkembangan Pasar Modal Jumlah investor pasar modal wilayah Provinsi Bengkulu menunjukkan pertumbuhan signifikan. Jumlah investor saham mencapai 48.551 Single Investor Identification1(SID), tumbuh sebesar 46,19 persen (yoy) dari posisi Desember 2024. Sementara itu, investor reksa dana tercatat 93.400 SID, dengan pertumbuhan sebesar 43,81 persen (yoy).Sejalan dengan lonjakan SID, nilai transaksi saham juga mengalami peningkatan sebesar 213,41 persen (yoy) menjadi Rp855,09 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Rp272,83 miliar).Perkembangan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB)Total pembiayaan yang disalurkan oleh lembaga pembiayaan di Provinsi Bengkulu sebesar Rp2,89 triliun, menurun 2,15 persen dibandingkan posisi Desember 2024 (Rp2,96 triliun). Secara tahunan rasio Non-Performing Financing (NPF) mengalami kenaikan dari sebesar 3 persen menjadi 3,63 persen. Untuk Industri Dana Pensiun di Provinsi Bengkulu, pada posisi November 2025, secara tahunan aset tumbuh sebesar 8,72 persen (yoy) menjadi Rp133,65 miliar. Total investasi meningkat sebesar 8,76 persen (yoy) menjadi Rp131,12 miliar.

Sampai dengan posisi 31 Desember 2025, jumlah Industri Keuangan Non Bank (IKNB) yang berkantor pusat di Provinsi Bengkulu sebanyak 3 (tiga) entitas yaitu 2 LKMS dan 1 Pergadaian.Perkembangan Edukasi dan Pelindungan Konsumen (EPK)Dalam rangka melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat serta mendukung pencapaian target inklusi dan literasi keuangan nasional, Kantor OJK Provinsi Bengkulu terus meningkatkan program literasi dan keuangan secara masif melalui kegiatan literasi dan edukasi keuangan kepada masyarakat di Provinsi Bengkulu. OJK menginisiasi adanya kolaborasi dan sinergi kegiatan literasi dan inklusi keuangan oleh seluruh Kementerian/Lembaga, PUJK, dan stakeholders terkait melalui pencanangan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN). Kegiatan edukasi ini dilaksanakan pada 10 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Bengkulu sepanjang tahun 2025.Pada tahun 2025, Kantor OJK Provinsi Bengkulu telah melaksanakan 60 kegiatan edukasi dan literasi keuangan dalam rangka Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dan OJK Goes to School/Campus kepada 14.055 orang yang terdiri dari Pelajar, Mahasiswa, Pelaku UMKM, Nelayan, Petani, Disabilitas, Perempuan dan Masyarakat Umum, ASN, dan Pekerja Informal.

Selain itu, Kantor OJK Provinsi Bengkulu telah melaksanakan 13 kegiatan edukasi dan literasi keuangan dalam rangka Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) kepada 1.050 orang yang terdiri dari Pelajar, Mahasiswa, Pelaku UMKM, Perempuan dan Masyarakat Umum.Selanjutnya, selama periode Januari s.d Desember 2025, Kantor OJK Provinsi Bengkulu telah menerima 940 pengaduan melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) dan 612 pengaduan secara walk in dan pemberian informasi/konsultasi. Dari data APPK, terdapat 382 pengaduan dari Bank Umum Konvensional, 310 pengaduan dari Perusahaan Pembiayaan Konvensional, 203 pengaduan dari Perusahaan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis 2Teknologi, 22 pengaduan dari Asuransi Jiwa, 8 pengaduan dari Bank Umum Syariah,dan 15 pengaduan lainnya.Pada tahun 2025, Kantor OJK Provinsi Bengkulu telah menerima total 5.716 debitur untuk layanan permintaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) baik secara online dan 5.717 debitur untuk layanan permintaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) baik secara walk in.

Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD)Kantor OJK Provinsi Bengkulu bersama dengan Pemerintah Daerah Kota/Kabupaten dan Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama dengan lembaga terkait lainnya telah membentuk 11 (sebelas) TPAKD di Provinsi Bengkulu yang tersebar di 1 ProvinsiBengkulu, 1 Kota Bengkulu dan 9 Kabupaten dengan tujuan untuk mendorong percepatan akses keuangan masyarakat dalam rangka mendorong pergerakan perekonomian di Provinsi Bengkulu dan masing-masing daerah Kabupaten/Kota.OJK menginisiasi penyelenggaraan Financial Literacy Award tahun 2025 yang merupakan penghargaan bagi PUJK dan Pemerintah Daerah (Pemda) dan diharapkan dapat mendorong peran aktif PUJK dan Pemda dalam menyelenggarakan program literasi keuangan yang berdampak, berkelanjutan dan inovatif sehingga dapat mengakselerasi peningkatan literasi keuangan masyarakat secara masif, merata dan tepat sasaran.

Adapun realisasi program TPAKD di Provinsi Bengkulu selama tahun 2025 adalah:1. Inklusi keuangan berupa Tabungan Pelajar di Provinsi Bengkulu.2. Optimalisasi penyaluran KUR di Provinsi Bengkulu.3. Asuransi Mikro kepada Pekerja Formal, Masyarakat dan Pelajar.• TPAKD melaksanakan kegiatan literasi dan inklusi keuangan kepada Masyarakat dan Pelajar terkait pentingnya berasuransi bersama Asosiasi Asuransi Umum 3Indonesia (AAUI) Bengkulu di Desa Kemumu dan Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) di Kota Bengkulu.• Edukasi Keuangan bersama Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (2 Polis Asuransi Takaful Ke nelayan).• Inklusi Keuangan berupa pemberian polis asuransi mikro sebanyak 776 polis kepada pelajar disabilitas Sekolah Luar Biasa di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah, 956 polis kepada pelajar tingkat SMA di Bengkulu Tengah serta 200 polis asuransi kepada masyarakat Desa Kemumu Kabupaten Bengkulu Utara.4. Asuransi Nelayan.• Kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan kepada Masyarakat khususnya nelayan di Kabupaten Seluma dan Kabupaten Bengkulu Selatan Kerjasama Pemerintah Kabupaten dan PT BPJS Ketenagakerjaan.• Inklusi Keuangan berupa pemberian polis Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian dari PT BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 455 Orang Nelayan dari Kabupaten Bengkulu Selatan dan 1.116 Orang Nelayan dari Kabupaten Seluma.5. Bussiness Matching kepada Pelaku UMKM• Kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan kepada Pelaku UMKM bersama TPAKD Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Kota kepada pelaku UMKM di Provinsi Bengkulu terkait pengenalan produk kredit usaha rakyat (KUR) di seluruh Kabupaten Kota dengan jumlah kegiatan lebih kurang 10 kegiatan edukasi dengan jumlah peserta lebih kurang sebanyak 100 peserta di masing-masing kabupaten/kota.• Inklusi Keuangan berupa business matching penyaluran kredit KUR pelaku umkm sebesar Rp3.36 Miliar kepada lebih kurang 20 Pelaku UMKM. Adapun total penyaluran KUR tahun 2025 pada sektor sektor ekonomi Perdagangan dan Eceran sebanyak 11.278 debitur dengan penyaluran sebesar Rp 744 Miliar.6. Kegiatan Edukasi Pasar Modal (Saham dan Reksadana).Kegiatan Edukasi Pasar Modal bersama TPAKD Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Kota kepada Masyarakat, Pelajar dan ASN se Provinsi Bengkulu terkait pengenalan investasi legal di pasar modal dengan jumlah kegiatan lebih kurang 7 kegiatan edukasi dengan peserta sebanyak lebih kurang 1.400 peserta.

Dalam rangka mendukung upaya pemerintah dalam pengembangan dan pemberdayaan desa secara terpadu untuk mendorong transformasi sosial, budaya, dan ekonomi desa, serta guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di wilayah perdesaan, OJK membentuk Program Generik Model Ekosistem Keuangan Inklusif (GM EKI). Pada tahun 2025, desa yang menjadi percontohan program GM EKI di Provinsi Bengkulu adalah Desa Kemumu, Kabupaten Bengkulu Utara. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan selama 2025 di Desa Kemumu adalah:• Edukasi Keuangan Pengenalan OJK, Bahaya Investasi Ilegal, Bahaya Pinjol Ilegal, Dampak Judi Online, Waspada Kejahatan Keuangan Digital,4• Pengenalan Asuransi Mikro dari PT. Asuransi Sinarmas Bengkulu dan Pembuatan 200 Polis Asuransi Mikro kepada Pekerja Informal,• Pengenalan Produk Perbankan (Kredit, Tabungan dan Deposito) dari PT. Bank Pembangunan Daerah Bengkulu,• Pengenalan Asuransi PT BPJS Ketenagakerjaan,• Pengenalan Pasar Modal oleh Bursa Efek Indonesia Bengkulu.Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal.Data SIPASTI Januari 2025 s.d. 31 Januari 2026, terdapat 38 Pengaduan Investasi Ilegal dan 88 Pengaduan Pinjol Ilegal yang berasal dari Provinsi Bengkulu.

Sedangkan data IASC sampai dengan Januari 2026 terdapat 2.647 laporan yang masuk dari Provinsi Bengkulu, dengan jenis scam yang dilaporkan antara lain terkait penipuan transaksi belanja (jual beli online), penipuan mengaku pihak lain (fake call), penipuan penawaran kerja, penipuan melalui media social, penipuan investasi,penipuan mendapatkan hadiah, phising, social engineering, APK via whatsapp, dan penipuan terkait Keuangan lainnya. Berdasarkan data IASC 22 November 2024 s.d. 31 Januari 2026, total seluruh laporan yang masuk adalah sejumlah 448.442 laporan. Jumlah rekening yang telah dilaporkan adalah sebanyak 756.006 rekening dan jumlah rekening yang telah diblokir adalah sebanyak 415.385 rekening (54,94%). Dana yang telah diblokir dari pengaduan yang masuk sejumlah Rp511,1 miliar dan dana yang telah dikembalikan kepada korban sebesar Rp160,9 miliar.

Dengan adanya IASC, korban penipuan dapat menyampaikan laporan kejadian penipuan sektor keuangan melalui website IASC dengan alamat http://iasc.ojk.go.id dengan melampirkan data dan dokumen bukti terkait.***has

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.