KHAZANAHNEWS.COM** Era digital transaksi perbankan semakin cepat, tepat tidak ribet namun orang lupa ada resiko siber crime atau kejahatan. Seperti banyak terjadi penipuan dan kerugian yang di alami nasabah.
Ini disampaikan Analis Eksekutif Direktorat Pengaturan Kelembagaan Produk dan Aktifitas Perbankan, Rokhma Hidayati saat menjadi nara sumber dalam kegiatan Journalist Class angkatan 9 OJK Pusat di Sumsel 13-16 Oktober di ALTS hotel Sumsel yang diikuti jurnalis se Sumbagsel. Lanjut Rokhma Hidayati bahwa penggunaan ATM pertama di Indonesia adalah bank niaga.
Perbankan terus berkembang namun ke depan akan hilang? Namun fungsi perbankan meningkat fakta di lapangan hanya 3% transaksi depan teller terkesan bank sepi, padahal hampir 97% terjadi transaksi digital. Perbankan harus menjaga trust karena jika tak benar gunakan transaksi maka akan terjadi trust ( hilang kepercayaan). Sebab itu digitalisasi perlu diatur, trust sangat penting.
Bank sangat menjaga trustnya, bank kalau diserbu sangat takut karena, dilempar kredit macam-macam. Tidak imbang dari penabung dan pengutang. Bank itu sangat konsens dengan reputasi, digitalisasi banyak biaya tambahan. Tantangan OJK terberat pada saat Covid, bisnis mencari untung boleh berkembang tidak bisa dihalangi. Rahasia perbankan tidak boleh bocor pada yang tidak berhak. Ojk mempersilakan bank berkembang. Intinya
Transformasi perbankan dituntut untuk selalu sehat sesuai arahan OJK.***hasanah










