Bengkulu Baru Mulai Tangani Banjir BWSS 7 Siap Lanjutkan Dibutuhkan Dana Rp.2,8 Triliun

oleh -26 Dilihat
oleh

KHAZANAHNEWS.COM**Balai wilayah sungai Sumatera(BWSS) 7 dipimpin kabalai Wiel Musyawiry Suryana,ST, MT didampingi Kasatker, Dr.Hadi Buana dan PPK Sinta  menyampaikan dua hal pengendali banjir dan korban di Bendungan Seluma, proyek pengendali banjir terkait masalah yang berkembang saat ini sudah rampung dan kontraktor masih melakukan finishing dengan pembersihan dan perapian. Proyek pengendali banjir di Tanjung Agung saat ini sudah berfungsi karena sudah menjadi kewajiban kontraktor sebagai pelaksana proyek. Atas permintaan BWSS 7 dua  shelter juga sudah dipasang kontraktor untuk troble pintu air.  Pekerjaan yang sudah selesai namun masih ada waktu 360 hari masa pemeliharaan dari pihak kontraktor dan BWSS 7 akan bertanggungjawab, sampainya, Rabu(18/2).


Masalah keterlambatan pekerjaan proyek menurutnya tidak haram meski harusnya berakhir 25 desember 2025 lalu. Namun kontraktor masih diberi kesempatan 90 hari untuk perpanjangan dengan sanksi denda,  tidak ada perlakuan khusus?. Pemberitaan yang ramai soal proyek pengendali banjir,  BWSS 7 sudah cek di lapangan saat hujan deras sepanjang malam, cek juga pengendali banjir ternyata hasil pengamatan pihaknya memang terjadi banjir namun dengan durasi cepat kering. Dengan membuka cek kisdam dan pintu air, airnya cepat kering. Tegas Hadi, Pekerjaan pengendali banjir memang harus dikerjakan secara terintegrasi, berdasarkan desain 2020 lalu dibutuhkan dana berkisar Rp.2,8 triliun untuk pembangunan pengendali banjir secara komprehensif sepanjang 32 kilometer.

Saat ini anggaran masih masih minim berkisar Rp.77 miliar lebih namun memang pengendali banjir harus ditangani secara terintegrasi, pekerjaan banjir di Bengkulu memang tidak terlalu populer. Bengkulu ini baru mulai, meski  dampaknya sangat luar biasa. Lanjut Hadi Buana,  lanjutnya lagi, sungai Bengkulu hulunya sudah rusak harus ditangani secara maksimal. “Kami ini baru mulai ke depan akan dilanjutkan, pekerjaan saat ini baru peningkatan Tanggul, pintu air dan drainase. Pekerjaan lainnya tahun ini meski berbeda yaitu pembebasan lahan,” terangnya. Untuk penanganan pengendali banjir di kota Bengkulu baru meliputi empat kelurahan Tanjung Agung, Tanjung Jaya, Sukamerindu dan Sawah Lebar Baru.

Masalah adanya pemberitaan disalah satu media yang dicap hoaks, BWSS 7 tidak pernah mencap hoaks, humas tidak pernah mencap hoak. Humas menemukan dokumen berita lama makanya ditulis Disinformasi dan bukan hoaks. Dr.Hadi Buana,MT  juga menjelaskan insiden tenggelamnya anak di Bendungan Seluma yang sempat viral, sebelumnya BWSS 7 sudah berkirim surat ke Bupati agar tidak ada kegiatan di Bendungan Seluma, BWSS 7 sudah memasang rambu larangan. Namun tetap diserbu wisatawan lokal. Ke depan akan berkoordinasi untuk pencegahan.

Wiel juga menambahkan masalah disinformasi media, agar jangan menggunakan foto-foto lama harus ke lapangan. Masalah kejadian di Bendungan Seluma, BWSS 7 minta surat dari Dispar Seluma. Bendungan itu bukan daerah wisata, akan dipasang papan pengumuman karena tidak mungkin memagar bendungan yang cukup panjang tersebut. Masalah pengendali banjir proyek pengendali banjir akan dibangun kolam retensi yang bisa meminimalisir banjir. Wiel juga menilai mutlaknya perbaikan drainase agar air tidak meluber dan tergenang. Wiel juga minta media edukasi masyarakat agar menjaga hulu sungai agar tidak terjadi bencana.***hasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.