Reses Suimi Fales di Kecamatan Ratu Samban Warga Minta Tempat Pemakaman Umum

oleh -361 Dilihat
oleh

Khazanahnews.Com**Camat Ratu Samban Novri Wahyudi, S.Ikom dan puluhan masyarakat Ratu Samban menghadiri reses Suimi Fales. Reses untuk menyerap aspirasi masyarakat untuk memajukan pembangunan di kota Bengkulu. Atas nama camat Ratu Samban mengucapkan terima kasih pada Suimi Fales untuk menampung berbagai aspirasi warga untuk pertimbangan ke depannya.

Suimi Fales dalam paparannya menyampaikan masa kecilnya di Pasar Minggu, dengan aktivitas berdagang berbagai macam barang. Setelah menikah ia dipercaya sebagai ketua RT/RW untuk mengurus masyarakat di Sawah Lebar Baru. Sebagai ketua ia memahami tugas sebagai ketua RT/RW dan Imam. Dibeberkannya dua periode, di dewan ia bertempur bersama anggota dewan dalam soal anggaran. Selaku anggota dewan harus punya mental berani berargumentasi dalam merebut anggaran untuk masyarakat. Sebagai wakil rakyat siap menampung aspirasi. Sebab itu harus selektif dalam memilih wakil rakyat yang berpihak pada rakyat. Dan berani membela hak-hak rakyat. Untuk aspirasi ke DPRD Provinsi dirinya akan sampaikan dan kawal agar ada tindaklanjut.Ia berpesan agar jangan minder profesi apa pun untuk mencalon menjadi wakil rakyat atau kepala daerah. Provinsi Bengkulu delapan wakil di pusat empat anggota DPR RI dan empat anggota DPD RI delapan orang inilah yang berjuang menjemput dana di Pusat untu dibawa ke Provinsi Bengkulu. “Delapan wakil rakyat DPR RI dan DPD RI harus berjuang mendapatkan anggaran APBN agar bisa dibawa ke Bengkulu,”sampainya.

Dalam tanya jawab warga Ratu Samban ketua adat Kebun Dahri menyampaikan dari beberapa periode wakil rakyat dan walikota minta lampu jalan karena jalan gang gelap dan banyak kejahatan. Dirinya sudah menjabat ketua adat 15 tahun namun belum juga ada lampu jalan dalam permukimannya. Ketua RT 7 Anggut Atas, masalah pendidikan masalah zonasi wilayah yang dibawah naungan Pemprov. Anehnya yang diterima diluar zona.

Jawaban Wan Sui keinginan pemerintah agar Kota dan Provinsi Bengkulu menyala, namun keterbatasan dana maka akan dilaksanakan secara bertahap. Masalah zonasi yang digunakan dalam penerimaan peserta didik baru dan banyak keluhan menurut Suimi Fales sistim zonasi adalah sistim yang terbaik. Pertanyaan warga Beringin Raya masalah abrasi yang mengikis daratan sekitar rumah warga pinggir jalan. Menurut Suimi Fales dirinya selaku wakil rakyat DPRD Provinsi akan mengejar anggaran bersama pihak berwenang agar permukiman warga dapat diselamatkan. Apalagi jika dirinya terpilih sebagai anggota DPR RI akan berjuang lebih keras demi untuk Bengkulu. Masalah warg yang minta lahan tempat pemakaman umum karena harga tanah yang mahal. Lahan TPU sudah disiapkan 15 ha zaman walikota Chalik Effendi. Zaman walikota Helmi Hasan ditukar guling dijadikab kantor walikota dan tpu dipindahkan ke Bentiring.”Padahal lahan saat ini sulit dan harganya mahal”. hasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.