WARGA KELUHKAN PROYEK DRAINASE PUPR KOTA 2025 DI PADANG SERAI MAMPET AIR MELUBER

oleh -62 Dilihat
oleh

 

KHAZANAHNEWS.COM** Warga Padang Serai kembali mengeluhkan proyek drainase Dinas PUPR Kota Bengkulu tahun anggaran 2025 yang baru selesai dikerjakan. Namun proyek drainase tersebut bukannya membawa azaz manfaat tapi membuat air tergenang dan hujan beberapa hari terakhir air meluber kemana-mana ke jalan dan rumah warga(bukti video air meluber). Selasa(17/2/2026).

Disampaikan sejumlah warga Padang Serai, proyek yang sempat mencuat dan berpolemik tersebut, terkesan kurang kajian matang sehingga dilapangan pekerjaan drainase tidak lurus mirip ular yang melenggok saat berjalan.

Disesalkan warga kontraktor yang mengerjakan drainase terkesan asal jadi dan asal selesai. Karena mengakibatkan drainase mampet diakibatkan semua saluran ditutup? Termasuk saluran pembuangan air ke sungai, dampaknya saat hujan deras seperti cuaca ekstrem saat ini, saluran drainase yang tidak ada saluran pembuangan ke sungai meluap dan menggenangi jalanan dan rumah warga. Sebab itu warga minta agar dinas pupr kota Bengkulu yang berwenang agar meninjau ulang pekerjaan peningkatan jalan dan drainase jalan Padang Serai Poros Kota Bengkulu yang menguras dana APBD Kota Bengkulu tahun anggaran 2025 berkisar Rp.3,2 miliar.

Pemberitaan bulan akhir desember tahun 2025 lalu, sejak awal pengerjaan dikeluhkan warga yang rumahnya dipinggir jalan. Karena proyek peningkatan drainase mengganggu warga yang akan keluar rumah. Karena depan rumah warga yang dibangun drainase dengan lebar kurang lebih setengah meter tidak ada jembatan darurat. Sehingga warga kesulitan melangkah menuju jalan raya, apalagi membawa kendaraan. Sehingga warga terpaksa membangun jalan darurat sendiri.

Warga juga menilai, pekerjaan drainase yang awalnya disosialisasikan dinas PUPR drainase dibangun dikiri dan kanan jalan. Namun kenyataannya hanya sebelah jalan drainasenya ditingkatkan. Warga minta aparat hukum turun untuk mengusutnya? khazanahnews.com Sabtu(13/12) memantau ke lapangan dilokasi menemukan sejumlah pekerja yang masih menambal dinding drainase yang baru dikerjakan karena drainase terlihat banyak retak-retak dan berlubang. Bahkan anehnya lagi, drainase sepanjang 1,5 km tersebut tidak lurus terkesan tidak ada pengawasan saat dikerjakan.

Beberapa orang warga yang ditanya memang pekerjaan terkesan asalan saja karena saluran air lama dari drainase menuju sungai jenggalu mau ditutup. Namun warga yang rumah depan lubang gorong-gorong tersebut menolak, karena sampah menumpuk dalam drainase depan rumahnya. Pengawas proyek Sarono yang ditemui santai duduk diwarung kuliner dan bukannya mengawasi pekerja, ketika ditanya kenapa drainase tidak lurus menjawab saat digali bastingnya tidak sama. Kontraktor CV. Karya Indo Agung, Rizal Rusdi ketika dikonfirmasi di tokonya km 6,5 mengatakan saat itu dirinya sedang liburan ke Lampung karena akhir tahun. Drainase yang mampet saat itu karena penuh sampah warga dan sudah dikuras.***hasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.