30% Hutan Mangrove di Bengkulu Punah Pemprov Susun Dokumen Lewat FGD

oleh -191 Dilihat
oleh

 

KHAZANAHNEWS.COM**Hutan
Mangrove punya peran penting dalam kehidupan manusia diantaranya
Pelindung pesisir
dan Penahan abrasi Akar mangrove yang rapat menahan tanah dan lumpur, mencegah pantai terkikis ombak.
Peredam bencana, mengurangi energi gelombang tsunami, badai, dan banjir rob. Bisa menurunkan tinggi gelombang sampai 60-90%.

Penjaga ekosistem laut
Rumah bibit ikan, Akar mangrove jadi tempat ikan, udang, kepiting, dan kerang berkembang biak. Sekitar 80% ikan komersial di laut lepas “numbuh besar” di mangrove dulu.
Penyaring alami menyerap polutan, logam berat, dan limbah dari darat sebelum sampai ke laut.
Melawan perubahan iklim
Penyerap karbon juara Mangrove menyimpan karbon 3-5x lebih banyak dibanding hutan tropis daratan per hektar. Disebut “blue carbon”.
Penghasil oksigen Satu hektar mangrove bisa hasilkan O2 untuk ribuan orang.

Nilai ekonomi untuk warga pesisir
Sumber mata pencaharian Kayu, madu, buah, sampai pewarna alami dari mangrove bisa dijual.
Ekowisata*: Spot foto, susur sungai, bird watching. Contohnya di Taman Wisata Mangrove Angke Jakarta atau Bedul Banyuwangi.
– *Perikanan tangkap & tambak*: Hasil tangkapan nelayan meningkat kalau mangrovenya sehat.

Keanekaragaman hayati
Jadi habitat burung migran, bekantan, monyet, biawak, sampai buaya muara. Kalau mangrovenya hilang, banyak spesies ikut terancam.

Intinya mangrove itu “benteng hidup” yang gratis tapi nilainya triliunan kalau dihitung jasa lingkungannya. Sayangnya luas mangrove Indonesia terus berkurang karena alih fungsi jadi tambak, pemukiman, dan sawit.

Ini mencuat saat penyusunan dokumen terintegrasi lewat Focus Discussion Grup(FGD) untuk penyelamatan dan pengelolaan ekosistem mangrove provinsi Bengkulu di hotel Mercure, Senin(8/6). FGD dibuka asisten 2 R.A Denni didampingi kadis DLHK, Safnizar. FGD terintegrasi di hadiri pihak terkait diantaranya, dinas ESDM, DKP, BPDAS, Bappera dan stake holder terkait.

Dijelaskan R.A Denni penyusunan dokumen penyelamatan mangrove untuk mencari solusi bersama lewat FGD bagaimana menyelamatkan ekosistem mangrove yang semakin tergerus dan mengancam lingkungan pesisir. Ditambahkan Kadis DLHK, Safnizar FGD menyamakan persepsi bagaimana mempertahankan mangrove yang ada untuk nantinya bersama-sama merehab yang sudah tergerus. Diakui kadis hutan mangrove yang tersisa di provinsi Bengkulu berkisar 2600 hektar. Sebelumnya ekosistem mangrove yang ada disepanjang pesisir pantai berkisar 3000 hektar lebih, punah akibat abrasi dan tangan jahil manusia berkisar 30%, solusinya harus ada aksi seperti pemantauan, penanaman kembali dan penegakan hukum yang tegas .***hasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.