KHAZANAHNEWS.COM**Sekretaris Jenderal(Sekjen) HNSI Pusat, Lidya Assegaf,SE saat mengukuhkan pengurus DPD, DPC Kabupaten/Kota se Provinsi Bengkulu di Balai Raya Semarak Bengkulu, Senin( 3/2) menyampaikan terima kasih pada Plt Gubernur Bengkulu karena sudah memfasilitasi dan ikut hadir dalam pengukuhan. Dibeberkan Lidya ngurusi nelayan tidaklah mudah, dinamika perikanan sangat sulit laut tidak meluas sementara jumlah kapal terus bertambah.

Indonesia butuh daya sumber ikan yang banyak apalagi untuk program makan bergizi gratis. Saat ini Indonesia peringkat 77 dari 100 negara di dunia yang mengalami malstunting atau kurang asupan gizi. Terutama gizi untuk anak-anak agar cerdas. Program HNSI sangat strategis dalam penyediaan gizi. Kreatifitas nelayan yang tinggi dalam menangkap ikan kemana-mana, dari waktu ke waktu pemerintah menetapkan alat tangkap efisien dan terukur.
Menangkap ikan di laut Bengkulu untuk rakyat di Bengkulu, pelabuhan dekat dengan penangkapan akan tumbuh perekonomian. Banyak kapal tangkap yang berizin?, dpd/dpc bisa dan harus mengurus itu. Untuk memenuhi kebutuhan makan bergizi gratis.
Lanjut Sekjen DPP HNSI saat ini masuk program kabinet, baru mulai melangkah, audien maupun FGD mengangkat isu-isu yang berkembang berkaitan dengan nelayan. HNSI yang menaungi nelayan seluruh Indonesia.
“HNSI mitra strategis pemerintah menyalurkan masalah dan mencari solusi”. Tegasnya, yang punya laut daerah, program DPP bisa diimplementasi ke daerah-daerah sehingga secara berjenjang dpc ke dpd dan ke dpp yang ingin eksistensi HNSI sebagai bagian dari solusi, yang intinya program pemerintah sampai ke bawah. Selama ini hanya sampai setengah, sehingga diperlukan peran HNSI. Seperti Isu nelayan harus pakai PMS namun kapal kecil tidak, karena harganya mahal dan banyak jenis. HNSI bisa jadi mediator dan mencari solusi. Termasuk pembagian bantuan alat tangkap HNSI harus ada disitu bagaimana program tepat sasaran. Begitu juga penyelesaian bentrok antar nelayan antar wilayah.
Masalah usulan bantuan alat tangkap untuk nelayan, Lidya menegaskan DPP akan mengakomodir dan memberi bantuan secara global sesuai kebutuhan daerah. Khusus usulan untuk mengelola SPBUN dpc dan dpd, DPP akan membahas bersama migas pusat. Saat ini DPP masih membahas mencetak Kartu nelayan dengan multiguna, selain itu perlunya koperasi yang harus hidup, HNSI harus solid kuncinya ikhlas amal dulu baru individu. Kalau HNSI maju dan dihargai semua pihak akan merapat. Tunjukkan eksistensi kita dulu. Sampainya di posko HNSI Kota jalan Pariwisata Pantai Berkas Kota Bengkulu.
Plt gubernur Rosjonsyah saat pengukuhan menyampaikan HNSI penting di fasilitasi zaman prabowo saat ini nelayan harus disupport untuk memenuhi makanan bergizi gratis.Laut sangat kaya banyak berbagai spesies, kerjasama NASA nelayan perlu sertifikasi kerjaan KSOP surat pas besar/kecil biar nelayan dapat BBM subsidi, ke depan nelayan harus pakai gps semua ikan imigrasi, jangan ikan rumah susun ikan karang. Yang ditangkap ikan yang berkelas, contoh nelayan china pulang melaut semua dapat ikan berkelas.***hasanah










