Oleh: Yusrizal
KHAZANAHNEWS.COM**Di pertengahan Juli 2026 ini Persatuan Wartawan Indonesia( PWI) Bengkulu punya hajatan besar. Sesuai rencana pada 18 Juli masa kepengurusan PWI priode 2021-2026 akan berakhir. Tentu akan terjadi kepengurusan baru.
Untuk melanjutkan kepengurusan priode 2026- 2031. Jumlah anggota PWI Bengkulu dalam sepuluh tahun terkahir bertambah.
Bertambahnya keanggotaan tersebut seiring hadirnya media online di era digitalisasi saat ini. Karena media cetak( koran) saat ini sudah ‘mati suri’.
Masyarakat kini taklagi membaca koran dan beralih ke media menstrem dan media sosial yang masif pertumbuhannya saat ini. Untuk mengetahui update berbagai berita, masyarakat pembaca cukup buka hp klik google semua berita yang dicari muncul.
Terkait akan digelarnya Konferprov PWI Bengkulu, sebanyak 134 para anggota wartawan yang telah memegang kartu anggota biasa akan memilih ketua PWI dan Ketua Dewan Kehormatan( DK) yang baru.
Sesuai AD/ ART PWI, untuk maju menjadi calon baik Ketua PWI dan DK, para calon, selain anggota biasa juga memiliki kartu Uji Kompetensi Wartawan( UKW).
Sarat ini mutlak harus dipenuhi setiap calon. Juga harus melengkapi dukungan 20 persen dari jumlah anggota biasa yang berhak memilih.
10 Calon Ambil Formulir: Saat pendaftaran hari pertama dibuka di Sekretariat PWI Bengkulu, sebanyak sepuluh calon ambil formulir. Yang tak mengembalikan formulir, cuma sekedar partisipasi saja. Begitu ungkapan yang muncul di kalangan teman wartawan.
Hingga pendaftaran calon ditutup Rabu sore 8 Juli 2026, hanya tiga calon yang serius mengembalikan dan memenuhi persyaratan. Tujuh calon lainnya tidak mengembalikan formulir.
Ketiga calon tersebut telah menyerahkan berkas kepada kepanitian untuk diverifikasi kelengkapan sarat dan dinyatakan lengkap.
Ketiga calon yang maju tersebut, yakni Ketua Fetahana PWI Marsal Abadi, Iyut Dwi Mursito dari Media Bengkulu Network, dan Doni Aftarizal dari media Radar Utara. Ketiga calon rekan wartawan ini akan bertarung untuk merebut suara terbanyak pada Konferprov nantinya.
Diverifikasi di PWI Pusat: Ketua Panitia Panitia Pencalonan, Dedy HP yang didampingi panitia sekretariat mengatakan, berkas ketiga calon yang akan maju telah memenuhi persaratan tersebut sesuai AD/ ART.
“Namun demikian ketiga berkas calon akan diverifikasi oleh PWI pusat.” Dedy memberi penjelasan saat menerima berkas ketiga calon di Sekretariat PWI Bengkulu.
Tujuannya jika ada kekurangan sarat pada berkas calon yang telah diserahkan tersebut, diberikan waktu dua hari kepada calon untuk memperbaikinya,” kata Dedy.
Pada hari terakhir pengembalian berkas calon, kantor PWI Bengkulu yang berada di Jalan Pembangunan Padang Harapan Kota Bengkulu, terlihat ramai baik wartawan senior maupun wartawan yunior untuk datang memberikan support kepada ketiga calon.
Pemilihan Tertutup: Para anggota biasa yang berhak memilih, digelar pemilihan Ketua PWI dan Ketua DK, harus tertutup. Alasannya agar saat pemilihan calon transparan, akuntabel, bebas dan rahasia.
Tidak seperti pemilihan Ketua PWI lima tahun lalu main tunjuk saja pilih siapa langsung ketuk palu. Pemilihan kali ini diharapkan tidak demikian. Poinnya eranya pun sudah berubah tak seperti dulu lagi.
Para pemilih (wartawan) yang bekerja di suatu perusahaan media, mereka bebas menentukan pilihan menurut hati nurani masing- masing.
Terjadinya calon tunggal pun harus berhadapan dengan kotak kosong sama seperti kejadian pemilihan kepala daerah pada pilkada lalu.
Sangat beralasan jika terpilihnya Ketua PWI 2026- 2031 secara terbuka. Para anggota yang memilih mengharapkan sangat adanya perubahan di tubuh PWI nantinya. Jadi ketua tidak cukup dengan rotarika dengan janji- janji saat ingin mencalonkan diri.
Selain cerdas, keterbukaan, punya loyalitas terhadap anggota, serta tidak mengedepankan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Visi dan Misi yang digaungkan tak kan bearti jika tidak ada eksekusinya. Ketua terpilih nantinya pun diharapkan meningkatan pelatihan pendidikan SDM kewartawanan apapun medianya, dan mengayomi semua anggota.
Yang tak kalah pentingnya merehab kondisi kantor PWI Bengkulu saat ini memprihatinkan.
Tak hanya itu, adapun tugas ketua terpilih nantinya harus intens menjalin hubungan baik dengan pemerintah daerah, pihak swasta serta lembaga dan institusi lainnya.
Alasannya cukup simpel. PWI sebagai organisasi profesi memiliki nilai terhormat begitu lembaga lain menilainya. Sama halnya profesi dokter, advokad dan profesi lainnya.
Bagaimanapun PWI Bengkulu harus merangkul para mitra kerja,agar dapur redaksi bisa ngepul. Terlebih pemerintah daerah saat ini menerapkan efisensi anggaran.
Termasuk anggaran publikasi untuk media sangat minim diberikan pemerintah tak sesuai ekpektasi. Walaupun media masih bisa bernapas, namun butuh subsidi oksigen tambahan dari pemerintah daerah.
Namun demikian media atau wartawan tidak mengabaikan integritas dan profesionalitas dalam menjalankan fungsi kontrol atas kebijakan instansi dan lembaga yang tidak berpihak kepada masyarakat.
Kebijakan pemerintah yang berpihak kepada masyarakat harus didukung, yang kurang pun harus dikeritisi untuk mengingatkan para penguasa.
Terlepas siapa yang akan menjadi orang nomor satu di PWI Bengkulu priode 2026- 2031 ? Setiap pemilih berhak untuk menentukan pilihannya siapa figur yang dianggap mumpuni untuk membenahi dan membesarkan organisasi tersebut kedepannya.
Tulisan ini hanya sekedar renungan dan saran saja untuk berbagi pengalaman berkaitan akan dilangsungkannya pemilihan kepengurusan baru PWI Bengkulu pada Minggu 18 Juli 2026 mendatang.
Siapapun rekan kita yang terpilih nantinya harus kompak, rapatkan barisan, walau saat pemilihan tidak satu arah namun tetap satu tujuan untuk membesarkan PWI. Harapan di Konferprov PWI Bengkulu ini, usai pemilihan tidak terjadi adanya’ blokbarat atau bloktimur’.
Semoga Agenda lima tahunan ini berjalan sukses sesuai harapan para anggota.
Penulis : Yusrizal(wartawan senior Pengurus PWI Provinsi Bengkulu)










