KHAZANAHNEWS.COM**Ahli lingkungan Parizali,S.Si menanggapi rencana investor PT.Pituku Vordova Internasional yang akan membangun pabrik pengolahan limbah b3( bahan berbahaya dan beracun/ limbah medis) mendapat tanggapan dati ahli lingkungan yang berdomisili di Jakarta.

Menurut Parizali, bagus Pemprov yang mampu mendatangkan investor ke Bengkulu, dimana sekda Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri, sudah menerima audiensi calon investor dari PT Pituku Cordova Internasional yang bergerak di Industri Pengolahan Limbah B3 di ruang kerjanya pada Rabu (7/8) lalu.
Menurutnya pemprov berupaya mencari alternatif untuk mengurai limbah b3 terkhusus limbah medis. Apalagi limbah faskes medis di Kabupaten/Kota cukup berlimpah, jika pembangunan pabrik pengelolaan limbah medis b3 dibangun dikawasan Pulau Baai harus melalui kajian mendalam. Karena limbah b3 memiliki tingkat sensitifitas tinggi kebocoran bisa lebih cepat penyebaran dan mengenai masyarakat sekitar.
Jika harus membangun kajilah secara menyeluruh dañ mendalam kenapa harus di pulau Baai. Sebab disana percepatan angin dan kecepatan gelombang cukup tinggi. Ia mengingatkan Pemprov jangan terulang pembangunan tenaga listrik Bengkulu( TLB) yang Amdalnya harus dibuat ulang? Karena sesuai kajian TLB harusnya dibangun di Ketahun BU bukan di Pulau Baai.
Pemprov harus memikirkan impact atau dampaknya karena penyebaran limbah padat, limbah cair dan gas masif harus presisi tertutup dengan kecepatan angin yang rendah. Sebab itu harus ada studi kelayakan dan kajian mendalam tentang DED hingga persetujuan teknis(Pertek). Karena di pulau Baai ada objek vital Pertahanan negara seperti Lanal, Polair Ksop dan Pertamina. Ia memberi masukan lokasi yang tepat di Sukaraja atau Padang Capo Seluma.
Khusus limbah b3 atau limbah medis terparah sisa limbah medis karena penyakit dari faskes yang berhubungan dengan penyakit infeksi nusokomial seperti limbah penyakit covid.
Berita sebelumnya PT Pituku Cordova Internasional berencana membangun pabrik pengolahan limbah B3 yang berlokasi di Kota Bengkulu.
Pabrik pengolahan limbah B3 ini direncanakan akan dibangun di kawasan Industri Pelabuhan Pulau Baai dengan luas lahan sebesar 2 hektare.
Sekda Isnan Fajri menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu sangat mendukung investasi PT Pituku Cordova Internasional di Bengkulu. Pemerintah akan meninjau dan mengkaji lahan yang akan digunakan untuk industri pengolahan limbah B3 di kawasan Pulau Baai guna mempercepat akses pembangunan.
“Kita kedatangan investor yang berminat membangun pabrik limbah B3 di kawasan Pulau Baai yang kita rancang sebagai kawasan industri. Saat ini, kita meninjau dan mengkaji status lahannya agar mereka bisa segera investasi,” kata Isnan Fajri.
Selama ini, limbah B3 dari rumah sakit di Bengkulu biasanya dikirim ke luar Sumatera untuk diolah.
Isnan Fajri menilai bahwa kehadiran pabrik pengolahan limbah B3 di Bengkulu akan memudahkan rumah sakit yang tidak perlu lagi mengirim limbah B3 ke luar provinsi.
“Selama ini, limbah B3 dari Bengkulu masih dikirim ke luar untuk diolah. Kehadiran pabrik ini akan mengurangi biaya pengiriman limbah B3 ke Jawa dan memudahkan rumah sakit yang tidak perlu mengirim jauh-jauh ke Jawa,” tambahnya.
Presiden Direktur PT Pituku Cordova Internasional, Faiz Rinaldy, menyatakan bahwa pembangunan pabrik pengolahan limbah B3 akan dimulai tahun depan dengan nilai investasi sebesar 10 hingga 15 miliar rupiah.*** hasanah











