Alur Dangkal Kapal Nelayan Kerap Bentrok Pelindo di Ancam Demo

oleh -341 Dilihat
oleh

Anggota hnsi kota, pelindo, insa foto bersama usai rapat

KHAZANAHNEWS.COM** Himpunan nelayan seluruh Indonesia (HNSI) Kota Bengkulu diundang PT Pelindo cabang Bengkulu, terkait lalu lalang kapal nelayan dibibir alur pelabuhan yang dangkal, sering menyebabkan bentrok. Karena nelayan merasa sangat dirugikan waktu dan bbm kalau antri lama, menunggu kapal besar keluar atau masuk alur.

Pihak Pelindo mengundang perwakilan nelayan HNSI, untuk duduk satu meja membahas berbagai persoalan yang dikeluhkan nelayan. Seperti transhipmen batu bara yang terlalu dekat dengan bibir pantai. Mengakibatkan hasil tangkapan nelayan berkurang bahkan yang didapat adalah limbah baru bara yang berjatuhan sewaktu mengadakan bongkar muat.

Nelayab menuntut tanggung jawab pengusaha batubara tentang, kapal tongkang yang terdampar di bibir pantai, mengakibatkan pantai selalu kotor atau tercemar oleh bekas 2 tongkang / kapal yang terdampar.
Pelindo juga diminta harus menjaga kelestarian alam, dan menanam pohon mangrove di bibir pantai atau sejenisnya untuk menahan abrasi tanah.
Pelindo dan pengusaha batubara harus memperhatikan perekonomian nelayan kota Bengkulu atau membagi dana CSR nya sebahagian untuk ormas HNSI Kota. Bukan mencari keuntungan saja di perairan Bengkulu.

Ali Simatupang ketua nelayan HNSI Kota Bengkulu diwakili, Andi Oyeng nelayan Semi Moderen serta Somad dan Dedek. Disampaikan Andi Oyeng dalam pertemuan di Pelindo tersebut, hadir juga KSOP, INSA, dll. Disampaikan Oyeng dirinya minta tanggapan positif atas keluhan nelayan, namun pihak Pelindo tidak memberi jawaban pasti, cuma hanya mengajak membentuk grup WAG agar saling koordinasi bila kapal nelayan mau masuk atau keluar alur.

Sementara itu ketua HNSI Kota Bengkulu,Ali Syukur Simatupang menyampaikan inti pertemuan perwakilan nelayan HNSI dan Pelindo, agar adanya koordinasi bagi kapal nelayan yang mau masuk atau keluar alur, agar tidak bertabrakan dengan tongkang atau kapal batubara. “Harus ada koordinasi sebab itu Pelindo membentuk grup wattshapp untuk nelayan agar ada komunikasi dan koordinasi,”

Ditegaskan Ali selayaknya Pelindo peduli dan memperhatikan nelayan, karena selama ini nelayan di Kota Bengkulu hidup sengsara akibat batubara mencemari laut dan ikan tangkapan nelayan berkurang. Ali mengaku masih menyusun kekuatan untuk mendemo Pelindo agar muat bongkar batubara jauh dari bibir pantai.***hasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.