Anggaran PON Aceh- Sumut 2024 Rp.5 Miliar Dispora Minta KONI Berjuang Maksimal Raih Medali

oleh -231 Dilihat
oleh

Khazanahnews.Com**Dispora Provinsi sebagai ujung tombak Pemprov Bengkulu dalam pendampingan olahraga berprestasi, akan turut serta dalam pemantauan training centre atlet yang akan diberangkatkan ke PON Aceh -Sumut bulan September 2024 mendatang.

Dijelaskan Kadispora Provinsi Bengkulu, Ika Jhoni Ikhwan pada Khazanahnews.Com diruangannya Senin(12/2) atlet yang lolos Pra PON sebanyak 71 atlet dari 25 cabor. Atlet-atlet yang lolos ke PON harus menjalani TC terpusat di Provinsi Bengkulu. Dispora akan memantau dan tidak lepas tangan baik training centre sampai pemberangkatan, meski semuanya tanggung jawab KONI tapi Dispora tidak lepas tangan. Meski yang mengurus olahraga prestasi adalah KONI. Masalah anggaran yang sudah disiapkan Pemprov dari hibah APBD tahun 2024 sebesar Rp.5 miliar.

Dana lima miliar digunakan untuk kegiatan tc, keperluan atlet, pemberangkatan dan akomodasi di Aceh. Masalah keluhan ketua harian KONI dana hibah yang cair, ditegaskan Kadispora, dana hibah diajukan KONI ke Dispora untuk diusulkan ke Pemprov dan masuk rekening KONI. Karena anggaran mencapai Rp.5 miliar Kadispora berharap agar atlet yang berangkat berjuang maksimal untuk mendapatkan medali sebanyak-banyaknya. Sesuau harapan gubernur Rohidin Mersyah saat raker di KONI,atlet yang lolos pra PON berpeluang mendapat medali sebanyak-banyaknya melebihi PON sebelumnya di PAPUA, sebab itu persiapan latihan dan persiapan mental harus maksimal.

Sebelumnya  KONI Provinsi Bengkulu yang menempati kantor baru di Kampung Bali, Kamis(25/1) lalu mengadakan rapat Sosialisasi longlist yakni data atlet yang lengkap masing-masing cabor dalam website. Rapat yang dibuka Sekum KONI Densi Purna Irawan, S.Kom, di hadiri Ketua Harian, H.Dadang Mishal, Waketum, Sanuluddin, Pengda masing-masing cabor dan para atlet yang lolos PON Aceh. Saat pembukaan rapat Sekretaris Umum, Densi Purna Irawan menyampaikan rapat diadakan karena masing-masing cabor belum memberikan data atlet masing-masing cabor yang akan ikut berlaga di PON Aceh September 2024. Mereka sengaja mengundang cabor yang lolos PON karena data cabor yang akan ikut PON akan di input KONI Pusat. KONI Provinsi Bengkulu paling sedikit yang ikut PON yakni 68 atlet. Sementara daerah lain seperti DKI Jakarta, Papua ribuan atlet.

Dikhawatirkan akan bermasalah saat input data. Karena batas akhir input data tanggal 17 Februari 2024.Apalagi atlet yang sudah didaftarkan tidak bisa digantikan, apalagi nama tidaj terdaftar di longlist. Sebab itu atlet harus cepat didaftarkan agar tidak ada kesalahan administrasi.

Ditambahkan Sanuluddin yang biasa berurusan dengan KONI pusat, pihaknya sudah menyiapkan website sistem digitalisasi tinggal masing-masing cabor menginput data atlet secara benar. Tapi disesalkannya belum ada yang mendaftar alias masih kosong. Padahal tujuannya untuk perbaikan organisasi dan daftar longlist wajib bagi
atlet yang ikut PON. 25 cabor yang lolos PON sengaja diundang agar paham dan segera mendaftar longlist. Diungkap Sanuluddin website harus dimanfaatkan karena sudah dibayar. Ketua Harian KONI Provinsi Bengkulu, H.Dadang Mishal pada Khazanahnews.Com menyampaikan rapat membahas pemantapan atlet menuju PON Aceh -Sumut 2024. Pendaftaran semuanya menggunakan sistem digitalisasi sistem longlist yang menjadi ketentuan KONI Pusat. Menggunakan sistem harus cermat jangan sampai salah karena nama bisa hilang atau tidak muncul.

“Stresing penggunaan longlist atlet agar semua cabor paham mengisi data atlet di longlist,”sampainya. Lanjut Dadang KONI Provinsi Bengkulu mengirim 25 cabor dan  68 atlet yang lolos PON. Ditegaskannya KONI Provinsi Bengkulu lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Atlet yang ikut PON juga merupakan atlet-atlet terbaik dari Provinsi Bengkulu.Ia berharap atlet-atlet yang berlaga harus lebih baik dari PON di Papua juga dalam perolehan medali. KONI Provinsi Bengkulu mentargetkan atlet-atlet mendulang medali emas sebanyak-banyaknya. 25 cabor yang ikut dan punya potensi mendulang medali diantaranya Wushu, Gulat,Anggar, Senam, Atletik, Akuatik, Sepatu Roda, Silat, Karate dan cabor lainnya. Dalam waktu dekat semua atlet akan masuk training centre. Saat ini masih terkendala anggaran dari Pemprov. “Komitmen KONI dampingi atlet-atlet yang merupakan putra-putri terbaik dalam mengharumkan nama provinsi Bengkulu dikancah nasional,”.tegasnya.(hasanah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.