Asesmen 73 Pejabat Pemprov Masuki Tahap Wawancara 18 Peserta Segera Ditetapkan

oleh -153 Dilihat
oleh

Ketua seleksi asesmen Herwan Antoni saat memberi keterangan

KHAZANAHNEWS.COM**Asesmen terhadap 73 peserta yang mengikuti tahapan wawancara yang merupakan tahapan terakhir rabu(22/10) dan Kamis besok semua tahapan selesai. Disampaikan Plt Sekda Pemprov Herwan Antoni, wawancara merupakan tahapan terakhir dari seluruh rangkaian asesmen dan nilai hasil wawancara tertinggi bobotnya akan diakumulasikan dengan nilai sebelumnya seperti kelengkapan administrasi, tertulis yakni penulisan makalah, asesmen dan wawancara.

Lanjut Herwan Antoni, dirinya sangat menghargai keseriusan peserta untuk ikut asesmen dan mengikuti semua tahapan dengan baik. Namun demikian yang lolos akan masuk tiga besar dan yang belun beruntung dia harap bersabar dan bisa ikut lagi lain waktu.

Gubernur Helmi Hasan sebelumnya menegaskan, bahwa seleksi JPTP kali ini akan mengisi 19 kursi kosong di eselon II, termasuk jabatan kepala dinas teknis, badan perencanaan, hingga biro yang langsung bersentuhan dengan roda pemerintahan. Pendaftaran resmi telah dibuka sejak Senin (8/9) dan akan berakhir pada Senin (15/9) pekan depan. Setelah itu, para pendaftar akan melalui serangkaian tes, mulai dari seleksi administrasi, uji kompetensi, wawancara, hingga penilaian rekam jejak. “Semua tahapan dilakukan secara terbuka. Kita tidak main-main. Track record akan menjadi penentu penting,” ujar Helmi.
Gubernur memastikan bahwa dalam seleksi kali ini tidak ada intervensi dari pihak mana pun, termasuk dari dirinya. Ia menekankan bahwa panitia seleksi bekerja secara independen dan akan melibatkan akademisi serta praktisi yang kredibel. “Prinsip utama kita adalah menemukan kandidat terbaik, bukan kandidat titipan. Kalau mau titipan, untuk apa kita bikin seleksi terbuka?” kata Helmi.
Ia juga mengungkapkan pentingnya keterlibatan masyarakat dan media dalam proses ini. Kritik, saran, dan masukan dari masyarakat sangat diharapkan untuk menjaga agar proses tetap berjalan dengan baik.
Sejumlah kalangan menyambut positif seleksi ini. Aktivis mahasiswa, tokoh masyarakat, hingga akademisi melihatnya sebagai momentum penting untuk memperbaiki kualitas birokrasi di Bengkulu. Dengan adanya mekanisme lelang terbuka, peluang terjadinya nepotisme dapat ditekan. Bagi Pemprov Bengkulu, seleksi JPTP ini menjadi ujian serius dalam proses reformasi birokrasi. Helmi menyadari bahwa publik memiliki ekspektasi tinggi.
“Jika ini berhasil, ke depannya masyarakat akan percaya bahwa ASN kita bisa naik jabatan bukan karena kedekatan, tetapi karena prestasi,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa pejabat eselon II yang terpilih nantinya akan menjadi motor utama dalam menjalankan visi dan misi pembangunan daerah. Dari kualitas mereka, akan terlihat bagaimana wajah pelayanan publik di Bengkulu lima tahun mendatang. “Birokrasi itu soal melayani. Oleh karena itu, kita ingin pejabat yang terpilih benar-benar memahami bahwa jabatan adalah amanah, bukan fasilitas,” tuturnya.***hasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.