ATURAN PEMBELIAN BBM BERSUBSIDI UNTUK NELAYAN DIPERSULIT?

oleh -18 Dilihat
oleh

 

KHAZANAHNEWS.COM**Ribuan nelayan di Kota Bengkulu mengeluhkan pembelian bahan bakar minyak(BBM) bersubsidi jenis solar di SPBUN Pulau Baai, akibat ada aturan baru dari Kementerian ESDM tapi tidak disosialisasikan oleh DKP Provinsi. Akibatnya nelayan yang akan membeli BBM terkendala aturan baru yakni harus menggunakan dokumen elektronik. Karena nelayan sebagian tidak memiliki hp android dan walau pun memiliki mereka kebanyakan gagap teknologi.

Ini diakui puluhan nelayan yang sulit mendapatkan BBM jenis solar di SPBUN kawasan Pulau Baai, Rico cs nelayan kapal jaring menyampaikan, dirinya biasanya untuk jatah satu bulan mendapatkan pembelian bbm tiga ton tapi akibat dokumen elektronik yang tidak mereka pahami akhirnya hanya mampu membeli setengahnya. Akibat terbatasnya bbm ini banyak kapal mereka terpaksa parkir dan tidak melaut.

Ditambahkannya lagi dalam pengurusan DPMPTSP provinsi terkesan lama dan berbelit, karena satu dokumen nelayan harus menunggu berbulan-bulan. Sementara dokumen rekomendasi yang dikeluarkan DKP hanya berlaku empat bulan dan harus diperbaharui kembali. Hingga nelayan merasa sudah sulit ditambah dipersulit. Atas kesulitan ini nelayan mengeluh dan mau mengadu ke siapa? Jika persoalan ini terus berlangsung kehidupan nelayan kian terpuruk dan perdagangan ikan sebagai kebutuhan masyarakat kian menurun. Oleh sebab itu nelayan minta pihak berwenang meninjau rekomendasi tersebut dan mempermudah nelayan membeli BBM di SPBUN. Ditegaskannya selama inj nelayan dibebani dokumen seabrek yang menghabiskan waktu untuk mengurusnya. Pantauan dilapangan saat ini ratusan kapal nelayan berbagai jenis alat tangkap hanya parkir dikawasan bahari pulau baai kota Bengkulu.***hasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.