Bedah Buku Kadis DPK Provinsi Bengkulu Ajak Viralkan Konten Lokal

oleh -157 Dilihat
oleh

 

KHAZANAHNEWS.COM** Konten lokal merupakan informasi dan aktivitas kreatif yang berpusat pada budaya, masyarakat dan isu-isu di suatu daerah tertentu.
Seperti berita lokal, program budaya daerah, dan produk yang dibuat dengan material atau keahlian lokal. Tujuannya adalah untuk menjaga keberlangsungan budaya nasional, mendukung ekonomi daerah melalui pemanfaatan sumber daya lokal, serta memberikan informasi yang
mempromosikan dan melestarikan keunikan budaya daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Bengkulu untuk memasyarakatkan konten lokal menggelar Bedah Buku Konten Lokal dengan tema “Sumpah dalam Tradisi Suku Serawai” di Aula DPK Provinsi Bengkulu, Rabu (24/9). Kegiatan yang bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap literasi berbasis kearifan lokal sekaligus memperkaya pengetahuan budaya daerah.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa Universitas Bengkulu (Unib), Universitas Dehasen, komunitas literasi, hingga tokoh masyarakat Serawai di Provinsi Bengkulu. Kegiatan menghadirkan dua narasumber utama, yakni Prof. Dr. Emilda Sulasmi, M.Pd dan Prof. Sarwit Sarwono, dosen Sastra Universitas Bengkulu yang juga peneliti aksara kuno di provinsi Bengkulu.

Kepala DPK Provinsi Bengkulu, Dr. H. Meri Sasdi, M.Pd, mengatakan bahwa seminar bedah buku ini menjadi sarana penting untuk menghidupkan kembali semangat literasi kearifan lokal.
“Melalui seminar ini, kami ingin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap literasi, khususnya yang berakar pada kearifan lokal. Selain itu, kami mendorong masyarakat untuk berani menulis dan menerbitkan buku,” jelas Meri.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para penulis buku lokal yang telah mengangkat tokoh-tokoh bersejarah Bengkulu, salah satunya sosok Ibu Fatmawati Soekarno, penjahit bendera Merah Putih pertama yang dikibarkan di Istana Negara saat Proklamasi Kemerdekaan RI.
“Ibu Fatmawati adalah putri asli Bengkulu yang jasanya sangat besar bagi bangsa Indonesia. Kita patut bangga memiliki tokoh perempuan yang menorehkan sejarah melalui karya dan perjuangannya,” tambah Meri.
Kegiatan ini diharapkan mampu memicu semangat masyarakat Bengkulu untuk terus melestarikan nilai-nilai budaya daerah melalui literasi serta memperkuat identitas lokal dalam pembangunan nasional.

Mendorong penggunaan material dan keterampilan dari daerah setempat dalam berbagai industri dan proyek, yang kemudian membantu UMKM dan masyarakat lokal.
Menambah keberagaman konten yang bermakna bagi masyarakat daerah, serta mencegah ruang publik digital didominasi oleh konten dari luar yang mungkin kurang relevan.
Pemanfaatan material lokal dalam pembuatan produk, seperti kerajinan atau hasil pertanian yang kemudian dipasarkan. penutup Meri Sasdi mengajak peserta khususnya mahasiswa selain membuat konten lokal, agar rajin menulis dan mengarang buku sebagai warisan.***hasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.