KHAZANAHNEWS.COM**Pemerintah Provinsi Bengkulu kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian, Bengkulu berhasil meraih peringkat pertama nasional dalam penurunan tingkat pengangguran serta terbaik dalam pengendalian inflasi tahun 2026.
Kepala Dinas Nakertrans Provinsi Bengkulu, Syarifuddin menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen daerah di bawah kepemimpinan Helmi-Mian yang didukung program-program strategis berbasis kebutuhan masyarakat.
“Capaian ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat berjalan dengan baik. Program-program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan riil di lapangan, baik dalam membuka lapangan kerja maupun menjaga stabilitas ekonomi,” ujar Syarif diruangannya, Rabu(29/4).
Dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Palembang baru-baru ini, Bengkulu dinilai unggul dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Pada 2025, TPT Bengkulu tercatat sebesar 3,37 persen, terendah di Sumatera dan terus membaik menjadi 3,24 persen pada 2026, lebih baik dari rata-rata nasional.
Keberhasilan tersebut ditopang oleh sejumlah program unggulan, di antaranya Program Pembukaan Lowongan Kerja (Loker) Merah Putih, penguatan pendidikan vokasi khususnya SMK yang diselaraskan dengan kebutuhan dunia kerja, serta pembinaan dan pengembangan UMKM.
Tak hanya itu, Bengkulu juga mencatat prestasi sebagai provinsi terbaik dalam pengendalian inflasi. Kategori ini menilai kerja pemerintah daerah dalam menjaga inflasi secara konsisten dan terukur, meliputi stabilitas pangan, kepatuhan pelaporan, serta dukungan anggaran dalam pelaksanaan program pengendalian inflasi.
Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik per 1 April 2026, tingkat inflasi Bengkulu tercatat sebesar 2,85 persen secara nasional. Angka ini menunjukkan kondisi inflasi yang terkendali dan stabil di tengah dinamika ekonomi, sekaligus mencerminkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam menjaga daya beli masyarakat. Tutup plt sekda lebong ini.***hasanah











