BI Ajak Puluhan Wartawan Saksikan Perkembangan UMKM Kopi Sukses di Kepahiang dan RL

oleh -28 Dilihat
oleh

 

KHAZANAHNEWS.COM** Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu kembali memperkuat hubungan kemitraan dengan insan pers melalui pelatihan wartawan ekonomi yang digelar di Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan selama tiga hari tersebut menjadi ruang bagi jurnalis untuk memperdalam pemahaman mengenai perkembangan ekonomi, kebijakan Bank Indonesia, hingga berbagai program strategis yang berkaitan langsung dengan masyarakat.

Puluhan wartawan dari berbagai media di Provinsi Bengkulu mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Selain memperoleh materi jurnalistik dan ekonomi, para peserta juga diajak melihat secara langsung sejumlah aktivitas yang berkaitan dengan pengembangan potensi ekonomi daerah.

Pelatihan wartawan ekonomi ini merupakan salah satu agenda tahunan BI Bengkulu dalam membangun komunikasi yang lebih efektif dengan media. Melalui kegiatan tersebut, wartawan diharapkan mampu mengolah informasi ekonomi secara lebih akurat, berimbang, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Humas BI Provinsi Bengkulu, Afri Jhonson, yang mewakili Kepala Perwakilan BI Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan media mempunyai posisi strategis dalam menyampaikan berbagai kebijakan ekonomi kepada publik.

Menurutnya, pemberitaan yang berkualitas diperlukan agar informasi mengenai kebijakan moneter, sistem pembayaran, stabilitas sistem keuangan, serta perkembangan ekonomi daerah dapat diterima masyarakat dengan bahasa yang sederhana dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Kemitraan antara Bank Indonesia dan media sangat penting dalam menjaga kualitas informasi ekonomi yang sampai ke masyarakat,” ujar Afri Jonson.

Ia menilai wartawan tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga memiliki fungsi penting dalam membantu masyarakat memahami berbagai kebijakan yang berdampak terhadap aktivitas ekonomi sehari-hari.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan isu ekonomi dan kebijakan Bank Indonesia. Sesi pemaparan juga dilengkapi dengan diskusi serta tanya jawab sehingga para wartawan dapat menggali informasi secara langsung dari narasumber.

Pembahasan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi makro. Para peserta juga mendapatkan sosialisasi mengenai “Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)” dan perlindungan konsumen. Materi ini menjadi penting seiring semakin luasnya penggunaan transaksi pembayaran digital di tengah masyarakat.

Wartawan juga memperoleh pemahaman mengenai “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah)”. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kedudukan dan fungsi Rupiah dalam kehidupan ekonomi nasional.

Rangkaian kegiatan kemudian diperkaya dengan kunjungan dan peliputan berbagai potensi ekonomi di Kabupaten Kepahiang . Salah satunya adalah “Festival Kopi”, yang menjadi momentum untuk memperkenalkan komoditas kopi daerah sekaligus melihat peluang pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Kabupaten Kepahiang dikenal memiliki aktivitas perkebunan kopi yang cukup kuat. Kehadiran wartawan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka perspektif baru dalam mengangkat cerita ekonomi daerah, mulai dari petani, pengolahan hasil perkebunan hingga peluang pemasaran produk lokal.

Selain mengikuti agenda pelatihan, para jurnalis juga terlibat dalam kegiatan “outdoor di Kabupaten Rejang Lebong”. Aktivitas lapangan tersebut memberikan pengalaman berbeda karena peserta tidak hanya menerima materi di ruang pelatihan, tetapi juga melihat langsung kondisi serta potensi daerah.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan, BI Bengkulu berharap komunikasi dengan media semakin kuat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem informasi ekonomi yang sehat sekaligus mendukung masyarakat agar semakin memahami perkembangan ekonomi dan kebijakan yang diterapkan.

Bagi wartawan, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dalam mengemas isu ekonomi menjadi berita yang informatif dan mudah dicerna. Sementara bagi Bank Indonesia, hubungan yang baik dengan media dapat memperluas jangkauan komunikasi kebijakan hingga ke berbagai lapisan masyarakat.

Kegiatan di Rejang Lebong tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi agenda pelatihan wartawan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan dunia pers, kebijakan ekonomi, sistem pembayaran digital, perlindungan konsumen, serta potensi ekonomi lokal dalam satu rangkaian kegiatan.

Dengan semakin kuatnya pemahaman wartawan terhadap isu ekonomi, informasi yang disampaikan kepada publik diharapkan mampu memberikan gambaran yang utuh mengenai dinamika perekonomian Bengkulu sekaligus mendorong masyarakat semakin bijak dalam mengambil keputusan ekonomi.***has

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.