BI dan Pemprov Support Bulan Bakti Peternakan dan Hari Rabies Sedunia Penggerak Perekonomian

oleh -38 Dilihat
oleh

 

KHAZANAHNEWS.COM**Pemerintah Provinsi Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu pilar ketahanan pangan, penggerak ekonomi kerakyatan, sekaligus penjaga kesehatan masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, saat membuka secara resmi Bulan Bakti Peternakani dan Kesehatan Hewan ke-190 serta Peringatan Hari Rabies Sedunia Tahun 2026 di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Senin (28/9).

Mewakili Gubernur Bengkulu, Herwan Antoni menegaskan bahwa sektor peternakan memiliki peran yang jauh lebih besar dibanding sekadar penyedia bahan pangan hewani. Menurutnya, sektor ini merupakan fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di pedesaan.

“Peternakan bukan hanya menyediakan daging, telur, dan susu yang bernilai gizi tinggi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi rakyat yang membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pembangunan sektor peternakan harus menjadi perhatian bersama,” tegas Herwan.

Ia menjelaskan, peringatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan yang telah memasuki usia ke-190 tahun menjadi bukti panjang dedikasi para insan peternakan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Momentum tersebut semakin bermakna karena bertepatan dengan Hari Rabies Sedunia yang diperingati setiap 28 September.

Menurut Herwan, rabies masih menjadi ancaman serius yang membutuhkan perhatian seluruh elemen masyarakat. Oleh sebab itu, edukasi, pencegahan, serta penguatan kesadaran kolektif harus terus dilakukan guna melindungi kesehatan hewan dan keselamatan manusia.

“Momentum Hari Rabies Sedunia ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat komitmen dalam mengendalikan serta memberantas rabies. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Herwan mengatakan berbagai program yang dilaksanakan dalam rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan tahun ini dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya para peternak.

Selama tiga hari pelaksanaan, mulai 28 hingga 30 September 2026, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan, mulai dari vaksinasi rabies dan pelayanan kesehatan hewan gratis, Gerakan Makan Telur (Gemar Telur), konsultasi teknis peternakan, pendampingan kelompok tani, demonstrasi pemeriksaan semen beku dan inseminasi buatan (IB), pemeriksaan kebuntingan ternak, hingga pameran teknologi reproduksi dan pakan ternak.

Program-program tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong transformasi sektor peternakan menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing tinggi.

“Melalui rangkaian kegiatan yang edukatif, interaktif, dan aplikatif ini, kami berharap para peternak di Provinsi Bengkulu mampu bertransformasi menjadi peternak yang modern, inovatif, tangguh, serta memiliki daya saing yang kuat di tengah perkembangan zaman,” katanya.

Pemerintah Provinsi Bengkulu, sambung Herwan, akan terus hadir memberikan pendampingan, fasilitasi, dan dukungan kepada para pelaku usaha peternakan agar produktivitas dan kesejahteraan peternak terus meningkat dari waktu ke waktu.

Pada kesempatan tersebut, Herwan Antoni juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, para tenaga medis veteriner, penyuluh lapangan, instansi vertikal, lembaga terkait, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan.

Ada pula penyerahan sertifikat penghargaan kepada dokter hewan terbaik, paramedik terbaik, inseminator terbaik, dan kelompok perguliran terbaik di Provinsi Bengkulu.

Kadis Peternakan dan Keswan Provinsi Bengkulu, Abdul Hadi,S.Pt menyampaikan bahwa saat ini stok hewan sapi di Bengkulu Utara mencapai puluhan ribu ekor. Stok pangan daging yang mencukupi ini membuat kebutuhan daging di provinsi Bengkulu mencukupi. Momen Harbak peternakan dan Keswan Kadis berterima kasih atas support Bank Indonesia yang sudah membantu menurunkan UMKM binaannya.

Vaksin rabies akan dilakukan selama tiga hari pelaksanaan, mulai 28 – 30 September 2026, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan, mulai dari vaksinasi rabies dan pelayanan kesehatan hewan gratis, Gerakan Makan Telur (Gemar Telur), konsultasi teknis peternakan, pendampingan kelompok tani, demonstrasi pemeriksaan semen beku dan inseminasi buatan (IB), pemeriksaan kebuntingan ternak, hingga pameran teknologi reproduksi dan pakan ternak.

Program-program tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong transformasi sektor peternakan menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing tinggi.

Disnak dan Keswan akan terus hadir memberikan pendampingan, fasilitasi, dan dukungan kepada para pelaku usaha peternakan agar produktivitas dan kesejahteraan peternak terus meningkat dari waktu ke waktu.

Kadis juga menyampaikan apresiasi kepada para tenaga medis veteriner, penyuluh lapangan, instansi vertikal Bank Indonesia,Bank Bengkulu, lembaga terkait, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan.

Dalam kegiatan harbak diserahkan juga sertifikat penghargaan kepada dokter hewan terbaik, paramedik terbaik, inseminator terbaik, dan kelompok perguliran terbaik di Provinsi Bengkulu. Kadis berharap kegiatan hari rabies sedunia optimis masyarakat untuk memvaksin hewan ternaknya agar sehat, terutama anjing dan kucing. Karena pihaknya sudah menyiapkan vaksin puluhan ribu dosis.***hasanah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.