Cegah Karhutla, Hutan Bengkulu Harus di Awasi  dengan Patroli Rutin

oleh -16 Dilihat
oleh

 

KHAZANAHNEWS.COM**Pemerintah Provinsi Bengkulu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Salah satu langkah yang disiapkan adalah membentuk “Tim Jaga Api” yang akan melakukan patroli dan pengawasan di wilayah yang dinilai rawan kebakaran.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bengkulu Mian dalam Rapat Koordinasi Pencegahan, Mitigasi, dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Bengkulu yang digelar di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (1/9).

Rakor tersebut turut dihadiri Kapolda Bengkulu Irjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid serta Staf Ahli Bidang Perubahan Iklim Kementerian Kehutanan RI Prof. Dr. Haruni Krisnawati secara daring. Pertemuan membahas sejumlah strategi pencegahan dan pengendalian karhutla di Provinsi Bengkulu.

Staf Ahli Bidang Perubahan Iklim Kementerian Kehutanan RI Prof. Dr. Haruni Krisnawati mengatakan, terdapat tiga hal utama yang harus diperkuat dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla, yakni koordinasi, kolaborasi, dan kepemimpinan yang kuat.

“Ada tiga hal yang harus dilakukan dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan, yaitu koordinasi, kolaborasi, dan kepemimpinan yang kuat dalam mengendalikan kebakaran hutan yang mengedepankan pencegahan,” kata Haruni.

Secara nasional, Provinsi Bengkulu memang belum termasuk wilayah yang menjadi sorotan utama terkait tingginya kejadian karhutla selama musim kemarau. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat kewaspadaan menurun.

Terlebih, berdasarkan informasi BMKG Bengkulu, musim penghujan di wilayah Bengkulu diperkirakan baru akan berlangsung pada akhir Oktober. Kondisi ini membuat seluruh pihak diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat kolaborasi dengan instansi teknis yang menangani karhutla.

Wakil Gubernur Bengkulu Mian mengatakan, pembentukan “Tim Jaga Api” diperlukan untuk melakukan patroli dan pengawasan di sejumlah titik yang berpotensi terjadi kebakaran.

“Itu dibentuk Tim Jaga Api yang terus dilakukan patroli melalui sawah-sawah perusahaan, mobil tangki air. Ini jangan dianggap gampang, meski Bengkulu tidak termasuk sorotan dalam musibah kebakaran hutan dan lahan,” kata Mian.

Tim Jaga Api nantinya akan bertugas melakukan pengawasan di kawasan hutan maupun lahan yang berpotensi menimbulkan titik api selama musim kemarau. Tim tersebut juga diharapkan mampu bergerak cepat ketika ditemukan indikasi atau potensi munculnya titik api.

Sementara itu, Kepala BMKG Bengkulu Luhur Tri Uji Prayitno menyampaikan bahwa BMKG pusat telah menginstruksikan seluruh satuan kerja BMKG di daerah untuk meningkatkan koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait dalam menghadapi potensi ElCegah Karhutla, Wagub Mian Instruksikan Pembentukan “Tim Jaga Api”

Pemerintah Provinsi Bengkulu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Salah satu langkah yang disiapkan adalah membentuk “Tim Jaga Api” yang akan melakukan patroli dan pengawasan di wilayah yang dinilai rawan kebakaran.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bengkulu Mian dalam Rapat Koordinasi Pencegahan, Mitigasi, dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Bengkulu yang digelar di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (1/9/2026).

Rakor tersebut turut dihadiri Kapolda Bengkulu Irjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid serta Staf Ahli Bidang Perubahan Iklim Kementerian Kehutanan RI Prof. Dr. Haruni Krisnawati secara daring. Pertemuan membahas sejumlah strategi pencegahan dan pengendalian karhutla di Provinsi Bengkulu.

Staf Ahli Bidang Perubahan Iklim Kementerian Kehutanan RI Prof. Dr. Haruni Krisnawati mengatakan, terdapat tiga hal utama yang harus diperkuat dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla, yakni koordinasi, kolaborasi, dan kepemimpinan yang kuat.

“Ada tiga hal yang harus dilakukan dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan, yaitu koordinasi, kolaborasi, dan kepemimpinan yang kuat dalam mengendalikan kebakaran hutan yang mengedepankan pencegahan,” kata Haruni.

Secara nasional, Provinsi Bengkulu memang belum termasuk wilayah yang menjadi sorotan utama terkait tingginya kejadian karhutla selama musim kemarau. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat kewaspadaan menurun.

Terlebih, berdasarkan informasi BMKG Bengkulu, musim penghujan di wilayah Bengkulu diperkirakan baru akan berlangsung pada akhir Oktober. Kondisi ini membuat seluruh pihak diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat kolaborasi dengan instansi teknis yang menangani karhutla.***has

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.