Edi haryanto anggota dewan kota
KHAZANAHNEWS.COM*** Saat ini pengerukan alur pelabuhan pulau baai yang sudah jadi daratan menggunakan eskavator dan pompa sedot yang tidak layak, nampaknya tidak mampu mengeruk pasir alur sesuai standar alur normal. Banyak pihak yang prihatin akan kondisi alur yang belum stabil, bahkan warga pulau Enggano nyaris terisolir karena jalur transportasi yang lumpuh.

Anggota dewan kota yang peduli dan terus memantau kegiatan pengerukan alur, Edi Haryanto,SP, MM sore ini mengirim wattshap yang isinya bahwa forum koordinasi antar asosiasi pelabuhan pulau baai akan meninjau alur dari dekat alias mendatangi lokasi pelabuhan. “Forum koordinasi antar asosiasi pelabuhan pulau baai, akan melaksanakan agenda peninjauan langsung ke Lokasi Pengerukan Alur ( On The Spot ) , via *jalur DARAT ,* pada tgl *10 April 2025* ( Kamis ) *jam 10 wib* jika tidak hujan/ cuaca bagus , dg *Titik kumpul jam 09.30 Wib* , langsung di depan *Dermaga Samudera ( Dermaga Ujung )* , lokasi stockpile batubara BBU , Mohon kehadiran di agenda forkam tsb :Tks🙏🏻 di mohon pihak media untuk bisa ikut juga kelokasi”.
Hasil Rapat Hari ini Rabu, Tanggal 09 April 2025 at.11.00 LT. Setelah melakukan visit bersama di Alur Kolam Pelabuhan Pulau Baai, diketuhi target Pengerukan Darurat yang dilakukan oleh Tim Pelindo, tidak mencapai hasil maksimal, seperti yang di rencanakan di Titik Lokasi (Dredging Area).
Oleh karena itu kegiatan Percobaan keluar masuk alur pada kapal pada hari ini di cancel, sampai dengan hasil perhitungan ulang dari Tim Dredging Pelindo.

Edi Haryanto yang sejak awal memantau pengerukan alur pelabuhan yang semakin dangkal, sangat khawatir dan berharap Pelindo bekerja cepat dan profesional dengan mendatangkan kapal keruk yang standar seperti digunakan pelabuhan lainnya untuk pengerukan. Gubernur Helmi Hasan juga sudah mewarning Pelindo agar segera melakukan pengerukan secara serius.***hasanah










