Demo Kritis FABB di Kejati dan DPRD Provinsi Tiga Kali Diserang

oleh -42 Dilihat
oleh

 

KHAZANAHNEWS.COM**BENGKULU–Demo kritis yang kerap dilakukan Forum Aktivis Bengkulu Bersatu(FABB) yang dikomandoi Herman Lufty, Dedi Mulyadi, Gurandam, Rio Vikral mendapat tantangan saat demo bersama ribuan pendukung di Kejaksaan Tinggi dan DPRD Provinsi, Senin(24/8). Karena saat rombongan baru tiba dihalaman Kejati disambut diduga “preman” kiriman penguasa Pemkot dan Pemprov. Seorang preman S mendekati Herman Lufty merangkul sambil mengeluarkan nada ancaman “kalau orasi jangan sebut nama Helmi Hasan dan Dedi Wahyudi”.

Tidak terima diancam Herman Lufty emosi dan nyaris terjadi keributan. Karena dikejar massa demo orang suruhan tersebut lari masuk halaman Kejati yang ramai oleh jaksa Kejati dan personil Polresta. Korlap demo kembali fokus pada inti demo dan berorasi bergantian. Orator mempertanyakan sikap Kajati Bengkulu, yang terkesan pilih kasih dan tebang pilih dalam pengusutan kasus hukum. Herman Lufty minta Kajati tetapkan Helmi Hasan tsk, “apa gunanya kantor megah ini kalau tidak bekerja lebih baik tutup saja” teriaknya.

Ditengah orasi tiba-tiba muncul lagi orang suruhan penguasa masuk ke tengah para pendemo. Dengan emosi orang dekat penguasa tersebut minta pendemo menghentikan demo dan bubar. Serangan mendadak ini membuat massa pendemo emosi karena mereka berdemo sudah ada izin resmi dari Polresta. Mereka berdemo juga sebagai kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum. Korlap demo minta aparat bertindak cepat dan adil untuk menindak tegas pengganggu massa berdemo. Aparat kepolisian kembali menggiring penyerang ke halaman Kejati dan menutup pintu pagar Kejati. Setelah berorasi cukup lama dan Kejati tidak muncul akhirnya sesuai jadwal rombongan massa pendemo menuju DPRD Provinsi Bengkulu dengan tertib.

Tiba di DPRD Provinsi Bengkulu ratusan personil kepolisian sudah bersiaga dengan mobil baracuda. Para pendemo kembali berorasi dengan lantang, mempertanyakan sikap wakil rakyat yang bungkam menghadapi kepala daerah yang bermasalah hukum melenggang bebas. Pendemo minta anggota dewan bersikap untuk memakzulkan Helmi Hasan. Sementara itu dalam gedung sedang berjalan paripurna. Ditengah orasi para pendemo tiba-tiba sekelompok orang dekat penguasa kembali melakukan serangan dari arah masjid Baitul Izzah. Demo nyaris ricuh untung personil Polri bertindak cepat dan menghalau kelompok penyerang ke halaman masjid dan personil polisi menghadang dengan pagar betis. Salah seorang orator Mulyadi mengamankan kelompok penyerang yang menghalangi mereka menyampaikan pendapat tentang penegakkan hukum di provinsi Bengkulu.***hasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.