Dosen dan Praktisi Kebijakan Dorong Calon Ketua PWI Debat Terbuka

oleh -14 Dilihat
oleh

 

KHAZANAHNEWS.COM**Bengkulu– Menjelang pelaksanaan pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu, dosen sekaligus praktisi kebijakan publik, Eko Yanuar Rikardo, S.IP, M.AP , mendorong seluruh kandidat ketua untuk menggelar debat terbuka sebagai bagian dari proses demokrasi organisasi yang lebih transparan, edukatif, dan bermartabat.

Menurutnya, debat terbuka menjadi ruang yang efektif bagi para calon untuk memaparkan visi, misi, program kerja, serta solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi organisasi ke depan. Selain itu, anggota PWI juga dapat menilai secara langsung kapasitas, integritas, serta kemampuan kepemimpinan masing-masing kandidat.

“Debat terbuka bukan untuk mencari siapa yang paling hebat, tetapi memberikan kesempatan yang sama kepada setiap calon untuk menyampaikan gagasan dan program kerja secara terbuka. Dengan begitu, anggota memiliki referensi yang lebih objektif sebelum menentukan pilihan,” ujar Yanuar, Selasa (8/7).

Ia menjelaskan, dalam perspektif tata kelola organisasi yang baik (good governance), keterbukaan informasi dan partisipasi anggota merupakan prinsip penting yang harus dikedepankan. Debat publik dinilai mampu meningkatkan kualitas demokrasi internal organisasi sekaligus memperkuat legitimasi pemimpin yang terpilih.

Menurut Yanuar, forum debat juga dapat mengurangi praktik kampanye yang hanya berorientasi pada pendekatan personal. Sebaliknya, perhatian anggota akan lebih terfokus pada kualitas gagasan, rekam jejak, serta komitmen kandidat dalam membangun organisasi.

“Anggota PWI tentu ingin mengetahui bagaimana strategi calon dalam meningkatkan kompetensi wartawan, memperkuat perlindungan profesi, menjaga independensi organisasi, hingga memperluas kemitraan dengan berbagai pihak. Semua itu akan lebih mudah dipahami apabila disampaikan melalui forum debat yang terbuka,” katanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan debat dapat difasilitasi oleh panitia konferensi atau pihak yang netral dengan menghadirkan moderator independen serta memberikan kesempatan yang seimbang kepada seluruh kandidat.

Yanuar menegaskan bahwa usulan tersebut bukan untuk menguntungkan maupun merugikan calon tertentu, melainkan sebagai upaya memperkuat budaya demokrasi di tubuh PWI.

“Siapa pun yang nantinya terpilih diharapkan benar-benar mendapatkan mandat berdasarkan pertimbangan rasional anggota terhadap visi, program, dan kemampuan kepemimpinannya. Debat terbuka akan menjadi pendidikan demokrasi yang baik bagi seluruh anggota PWI,” tutupnya. ***R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.