Eksport Perdana Kopi 19,2 Ton Sukses BI Akan Gebrak Lagi di Festival Merah Putih

oleh -7 Dilihat
oleh

KHAZANAHNEWS.COM**Kepahiang_Bupati Kepahiang, Zurdi Nata menyampaikan kegiatan eksport kopi ke negara Italia, kopi Kepahiang bicara didunia internasional.
Kopi Bengkulu sudah merambah berbagai negara tapi brandingnya daerah lain? Harapannya kopi Bengkulu terkenal didunia biar banyak pembelinya. Karena kualitas cukup bagus tinggal branding, bupati berharap Bengkulu jadi lumbung kopi nasional.

Pimpinan Bank Indonesia Wahyu Yuwana Hidayat menyampaikan, rencana ada festival kopi di gebyar merah putih. Dalam sejarah Bengkulu ekspor kopi sudah beberapa kali, cuma kopi dari Bengkulu merupakan komoditas ekspor strategis. Bkl memiliki kualitas, eksport kopi sudah melalui proses hulu ke hilir. Petik merah sudah dilakukan pembangunan korporatisasi harus selalu didorong.
Sejak 2024 BI sudah banyak memberi bantuan terutama dihilir seperti mesin pengering. Barista Bengkulu menjadi terbaik di Sumatera, kopi Bengkulu menjadi terbaik apalagi dengan eksport perdana 19,2 ton atau senilai 71 $ atau Rp.  1,2 M.

Pelepasan eksport perdana kopi Bengkulu ke negara Italia di Kabupaten Kepahiang, Senin(7/9) menjadi momentum penting dalam mendorong komoditas kopi daerah menembus pasar internasional.  Kepala Perwakilan Bank Indonesia  Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menilai eksport kopi harus memperkuat ekosistem perkopian Bengkulu dari sektor hulu hingga hilir.

Pelepasan eksport Perdana Kopi Bengkulu dan Bincang Kopi di Kabupaten Kepahiang, Senin (7/9), Wahyu mengatakan Bengkulu memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu daerah penghasil kopi unggulan di Indonesia. Ia menyebut kopi Bengkulu memiliki kualitas dan daya saing untuk menjangkau pasar global. Karena itu, ekspor yang dilakukan saat ini diharapkan dapat berlanjut.

Menurutnya, proses tersebut mencakup peningkatan kualitas produksi, penerapan praktik petik merah, penguatan peran UMKM, promosi, hingga pengolahan kopi di tingkat hilir.

Wahyu menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak untuk membangun ekosistem kopi yang kuat. Mulai dari petani, pelaku UMKM, pemerintah daerah, perbankan, lembaga pendidikan, hingga eksportir perlu mengambil peran masing-masing.

Salah satu hal yang menjadi perhatian BI adalah penguatan kelembagaan petani. Wahyu mengatakan kelembagaan menjadi salah satu dari tiga pilar yang didorong BI dalam pengembangan UMKM, yakni korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan pembiayaan.

Menurut dia, petani kopi perlu memiliki kelembagaan usaha yang kuat agar mampu berorientasi pada pasar, termasuk pasar ekspor.

Ia bahkan mendorong adanya badan usaha milik petani kopi yang dapat memperkuat posisi petani dalam rantai bisnis.

Dengan kelembagaan yang lebih kuat, petani diharapkan tidak hanya berperan sebagai produsen bahan baku, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah dan memiliki posisi tawar yang lebih baik di pasar.

BI juga mempertemukan pelaku UMKM kopi dengan perbankan melalui kegiatan business matching. Hal ini dilakukan untuk membuka akses pembiayaan sekaligus mendukung kebutuhan pelaku usaha dalam mengembangkan produksi.

Wahyu mengatakan peran perbankan menjadi kunci dalam memperkuat UMKM, baik untuk pengembangan produksi maupun mendukung kegiatan ekspor.

BI terus memberikan dukungan kepada petani kopi Bengkulu sejak 2024. Jika sebelumnya dukungan lebih banyak diarahkan ke sektor hilir, kini BI memperluas perhatian hingga sektor hulu.

Sejumlah bantuan yang diberikan antara lain rumah produksi kopi, color sorter, green bean, solar dryer dome, mesin roasting, serta mesin pengolahan kopi lainnya.

Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi sekaligus berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

Ekspor 19,2 Ton Kopi Robusta Senilai Hampir Rp1,2 Miliar

Pada ekspor perdana kali ini, sebanyak 19,2 ton kopi Robusta dikirim ke pasar ekspor. Wahyu menyebut nilai ekspor tersebut mencapai sekitar 71 $ dolar AS atau hampir Rp1,2 miliar.

Ia berharap eksport perdana tersebut menjadi awal dari eksport kopi Bengkulu berikutnya dengan volume yang lebih besar dan dilakukan secara berkelanjutan.

Selain produksi, BI juga memberikan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia di sektor kopi. Pada 2026, sebanyak 11 UMKM kopi Bengkulu dengan produk kategori premium dan fine telah mengikuti berbagai kegiatan yang difasilitasi BI.

Produk kopi Bengkulu juga telah dibawa ke sejumlah daerah untuk mengikuti berbagai kompetisi. Bahkan, sejumlah kopi Bengkulu berhasil meraih prestasi dalam berbagai ajang.

Tak hanya produk, BI turut mendorong peningkatan kualitas barista. Salah satunya dengan mengirimkan barista Bengkulu mengikuti kompetisi tingkat regional Sumatera.

Ia menilai Bengkulu saat ini memiliki berbagai unsur pendukung untuk mengembangkan industri kopi, mulai dari petani, UMKM, eksportir, perbankan, pemerintah, hingga akademisi.

Karena itu, Wahyu mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi agar potensi kopi Bengkulu dapat berkembang lebih cepat dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Pelepasan eksport perdana kopi Bengkulu menggunakan truk kontainer mendapat apresiasi semua pihak yang mengapresiasi peran BI mendorong eksport kopi Bengkulu ke pasar internasional .***hasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.