KHAZANAHNEWS.COM** Di ujung ramadan Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu yang di hadiri Bupati, Walikota Wagub Mian menyampaikan apresiasi kolaborasi dan aksi semua pihak ditengah kondisi saat hingga ekonomi Bengkulu bisa stabil. Capaian level 3,88% (y on y). Inflasi Bengkulu yang terjaga dengan baik termasuk pendapatan.

Zoom meeting dengan Mentan Amran Sulaiman, Mentan mengapresiasi Bengkulu masuk zona hijau dan levelnya sangat baik, TPID menggunakan 9 langkah diantaranya, pemantauan harga dan stok, menjaga pasokan, pencanangan pasar murah, sidak pasar, bantuan APBD untuk penanganan inflasi.
Masalah gas langka, pertamina menyampaikan cukup namun oknum masyarakat masih ada yang menimbun. Ke depan tantangan inflasi besar. Peran kada sangat penting mengendalikan inflasi daerah. Terutama memantau stok dan distribusi pangan. OPD juga diharap HLM dapat mengendalikan inflasi daerah. Pemprov apresiasi BI karena terbuka memberi data-data sehingga bisa dikendalikan. High Level Meeting dipimpin wagub Mian, Sekda Herwan Antoni, Pimpinan Bank Indonesia Wahyu Yuwana Hidayat dan Karo Ekonomi. Dalam kegiatan High Level Meeting tersebut ditandatangani juga MoU TPID dengan MUI Provinsi Bengkulu dan kerjasama antar daerah dalam penyediaan cabai serta MoU dengan Perum Bulog Perwakilan Bengkulu.
<span;>Wahyu Yuwana Hidayat, dalam high level meeting, menyampaikan tantangan dan ekonomi sangat berat karena pengaruh geopolitik dunia. Ekonomi kita terganggu terutama BBM, nilai tukar dan inflasi akubat naiknya barang-barang import. TPID dan P2DD lembaga ini harus dimaksimalkan. Stabilitas sejumlah harga-harga komoditas dapat dikendalikan dan terjaga seperti cabai, daging sapi dan ayam ras. Tata niaga masih menjadi pekerjaan rumah. Selain itu cuaca dan curah hujan juga harus jadi perhatian. Arahan dari Kemendagri memperhstikan harga-harga pasar dan pelaporan.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, dalam high level meeting, menyampaikan tantangan dan ekonomi saat ini sangat berat karena pengaruh geopolitik global dunia. Perang di Timur Tengah ikut mempengaruhi Ekonomi Indonesia yang terganggu terutama BBM, nilai tukar rupiah dan inflasi akibat naiknya harga barang-barang import. Namun TPID dan P2DD lembaga ini harus dimaksimalkan dalam perannya menjaga Stabilitas sejumlah harga-harga komoditas, dan dapat dikendalikan dan terjaga seperti cabai, daging sapi dan ayam ras. Tata niaga masih menjadi pekerjaan rumah. Selain itu cuaca dan curah hujan juga harus jadi perhatian. Arahan dari Kemendagri agar memperhatikan harga-harga pasar dan pelaporannya.
Beberapa komoditas terjadi peningkatan produktifitas seperti cabe merah, bawang merah, jagung dan perikanan tangkapan nelayan meningkat dan BI terus mendorong untuk peningkatan hasil tangkap.***hasanah









