Instansi Vertikal Minim Donor Darah Asintel Kejati Bengkulu Siap Rutinkan

oleh -8 Dilihat
oleh

KHAZANAHNEWS.COM** Asintel Kejati Bengkulu, Rolly Manampiring merespon surat edaran gubernur Bengkulu, yang disampaikan ketua PMI Provinsi Dr.Herwan Antoni dalam rakor yang digelar Jumat(25/6) dikantor gubernur Bengkulu. Surat edaran isinya agar instansi vertikal, BUMN, BUMD, TNI/POLRI  dan OPD melakukan donor darah rutin, karena kebutuhan darah di Bengkulu cukup tinggi, sementara stok darah sangat terbatas.

Lanjut Rolly, Kejati Bengkulu juga melaksanakan kegiatan donor darah jika momen ulang tahun adhyaksa. Diakuinya pihak Kejati siap berpartisipasi untuk melakukan donor darah pada jajaran jaksa Kejati. Kejati sangat mendukung kegiatan donor darah karena dengan donor darah bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Seperti diketahui,  PMI Provinsi Bengkulu menggelar rakor dengan mitra BUMN, BUMD, OPD, TNI/POLRI rakor dikantor Gubernur, Jumat(26/6) kepala UPTD transfusi darah PMI Provinsi Bengkulu yang juga ketua panitia, dr.Vini Restu Insani menyampaikan Kondisi pelayanan transfusi darah dan kendala, darah sebagai komponen penting hanya dapat dari transfusi,padahal darah tidak bisa diproduksi, darah hanya didapat dari donor darah. Ditegaskan Vini PMI memberi pada masyarakat Pelayanan 7 x 24 jam. Kebutuhan darah paling banyak dan rutin selama ini pada pasien thalasemia atau orang yang memiliki penyakit darah. Karena harus transfusi darah sebulan dua kali. Setiap minggu PMI harus mensuply darah 80 kantong darah. 2024 – 2025 darah yang tersedia hanya 2500 kantong.   Padahal 200 instansi mitra PMI yang rutin berdonor, yang rutin instansi BUMN, BUMD namun OPD dan lembaga negara hanya jika ada kegiatan besar seperti hari Bhayangkara atau momen penting lainnya.

Ketua PMI Provinsi Dr.Herwan Antoni, menyampaikan untuk menindaklanjuti surat edaran gubernur agar BUMN, BUMD, TNI, POLRI dan OPD provinsi dan instansi vertikal untuk donor darah secara sukarela diikuti karyawan/karyawati. Donor darah dilakukan setiap tiga bulan masing-masing satu kali. Donor darah harus berkoordinasi dengan PMI Provinsi Bengkulu. Surat edaran harus dapat dilaksanakan.

Untuk itu butuh dukungan semua pihak terutama, BUMN, BUMD, OPD, TNI/POLRI karena kebutuhan darah sangat tinggi, diperkirakan 2% dari populasi penduduk Bengkulu sekitar dua juta jiwa. Bengkulu berkisar 40.000 namun baru terpenuhi 3300 kantong perbulan masih jauh dari target Badan kesehatan Dunia WHO. Diharapkan semua pihak mendukung PMI, darah yang ada masih jauh dari target. Pendonor sukarela pertahun baru 6000 orang kebanyakan laki-laki. Kisaran perbulan 2100 kantong. Karena donor darah hanya pada momen tertentu dan bukan rutinitas. Disebabkan minimnya sosialisasi hingga rendahnya kesadaran untuk berdonor. PMI Provinsi akan jadwalkan dan rutinkan kepala OPD untuk berdonor hingga target bisa tercapai. PMI Provinsi, menyiapkan tim donor darah, peralatan dan medis, goodiebag (susu, buah, snack, vitamin dan tumbler. Instabsi vertikal diminta menyiapkan lokasi, koordinasi dengan peserta, menunjuk PIC dan menyusun jadwal bersama. Intinya Herwan Antoni berharap pendonor bisa empat kali pertahun melakukan donor darah hingga target kebutuhan darah bisa tercapai.***hasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.