Iyud Dwi Mursito Resmi Maju Kembalikan PWI Bengkulu Jadi Rumah Bersama

oleh -25 Dilihat
oleh

 

BENGKULU– Peta kompetisi menuju kursi kepemimpinan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu mulai bergerak dinamis. Langkah konkret ditunjukkan oleh wartawan senior, Iyud Dwi Mursito, yang secara resmi menyerahkan berkas persyaratan pencalonan sebagai Ketua PWI ke sekretariat panitia seleksi.

Kehadiran Iyud ke sekretariat bukan sekadar urusan administrasi, melainkan penanda babak baru dalam kontestasi organisasi profesi jurnalis tertua di Bumi Merah Putih.

Saat ditemui usai menyerahkan berkas, Iyud bercerita bahwa keputusan untuk maju mengemban tanggung jawab ini bukan lahir dari ambisi pribadi semata. Ada gelombang kegelisahan sekaligus harapan dari para sejawat yang akhirnya memantapkan langkahnya.

“Saya melangkah hari ini karena mendengar langsung aspirasi dari teman-teman sesama anggota. Ini bukan tentang saya, tapi tentang amanah dan kepercayaan yang mereka titipkan untuk membawa PWI Bengkulu ke arah yang lebih baik,” tutur Iyud dengan nada optimis.

Ada satu pesan kuat yang ia bawa dalam pencalonannya kali ini: mengembalikan PWI sebagai rumah bersama. Gagasan ini bukan tanpa alasan. Iyud ingin mendobrak sekat-sekat pembatas yang selama ini kerap membuat organisasi terasa berjarak dengan anggotanya sendiri.

Ia bermimpi tentang sebuah wadah yang inklusif, tempat di mana setiap jurnalis, tanpa memandang latar belakang medianya, bisa merasa diterima dan diayomi.

“Kita ingin merajut kembali rasa kebersamaan itu. Target saya sederhana namun mendalam: bagaimana membuat setiap anggota merasa bangga mengenakan atribut PWI dan benar-benar merasa memiliki organisasi ini. PWI harus menjadi milik kita bersama, bukan hanya milik segelintir orang,” tegasnya.

Untuk mewujudkan mimpi besar itu, Iyud menilai organisasi tidak boleh pasif. PWI Bengkulu ke depan harus jauh lebih hidup, berdenyut, dan dirasakan manfaatnya secara nyata oleh seluruh anggota. Fokus utamanya adalah investasi pada manusia, yaitu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) para jurnalis.

Ia berkomitmen untuk menggenjot berbagai program peningkatan kapasitas yang berkelanjutan. Bukan sekadar acara seremonial, melainkan serangkaian pelatihan berkala, pendampingan profesi yang konkret, serta ruang-ruang diskusi yang menghidupkan iklim intelektual wartawan di Bengkulu.

“Organisasi ini harus kembali bernyawa. Caranya adalah dengan memperbanyak ruang belajar bersama lewat pelatihan dan pendampingan. Kita ingin PWI menjadi tempat di mana kompetensi kita ditempa, sehingga marwah jurnalisme di Bengkulu semakin kuat dan dihormati,” pungkas Iyud.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.