Iyud Siap Rangkul Seluruh Jurnalis Setara di PWI Bengkulu 

oleh -74 Dilihat
oleh

‎​KHAZANAHNEWS.COM**BENGKULU – PWI Bengkulu kini menatap babak baru. Sosok Iyud Dwi Mursito muncul dengan janji yang menyejukkan. Ia menegaskan, organisasi wartawan tertua ini bukan milik satu kelompok saja. PWI adalah rumah besar, tempat semua jurnalis pulang dan berteduh tanpa kecuali.
‎​Di hadapan para pewarta, Iyud menepis kekhawatiran soal polarisasi media yang sempat santer terdengar. Ia menegaskan, asal media atau kelompok bukanlah alasan untuk menciptakan jarak. Baginya, setiap jurnalis memiliki martabat dan peran yang sama di mata organisasi.
‎​”Saya berjanji untuk merangkul semua kawan-kawan jurnalis di PWI Bengkulu tanpa membeda-bedakan dari mana asal medianya atau kelompoknya. Bagi saya, PWI adalah rumah besar bagi kita semua. Tidak boleh ada sekat yang membatasi, karena kekuatan kita ada pada kebersamaan dan solidaritas antaranggota,” ujar Iyud Dwi Mursito dengan nada mantap.
‎​Pria yang dikenal dekat dengan berbagai kalangan ini ingin mengubah wajah organisasi menjadi lebih humanis. Ia tidak ingin PWI hanya sekadar papan nama, melainkan wadah yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anggota di lapangan.
‎​Ada tiga misi utama yang bakal ia kawal dalam kepengurusannya nanti:
‎​Penyetaraan Akses: Semua anggota berhak atas kesempatan yang sama. Baik itu akses terhadap pelatihan jurnalistik maupun agenda Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Tidak ada lagi istilah “anak emas”.
‎​Ruang Dengar: Ia berjanji akan membuka pintu komunikasi selebar-lebarnya. Aspirasi dari jurnalis media lokal di pelosok daerah akan punya bobot yang sama dengan jurnalis media besar di pusat kota.
‎​Solidaritas Tanpa Sekat: Menghapus kubu-kubuan yang selama ini kerap menjadi tembok tak kasatmata bagi sesama insan pers.
‎​Bagi Iyud, integritas seorang wartawan tidak diukur dari sebesar apa medianya, melainkan dari seberapa jujur ia menjalankan profesi. Ia percaya, ketika sesama jurnalis sudah solid dan tidak lagi sibuk dengan sekat internal, maka PWI akan lebih perkasa dalam membela hak-hak wartawan yang terzolimi di lapangan.
‎​”Mari kita kembalikan PWI Bengkulu ke khitahnya. Menjadi wadah yang hangat, inklusif, dan selalu hadir untuk anggotanya,” pungkas Iyud ***R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.