Jalan Padang Betuah – Perbo dan Lubuk Sini Tuntas Ditinjau Gubernur Kontraktor Menjerit “Sisa Hutang Kapan Dibayar”!

oleh -74 Dilihat
oleh

 

KHAZANAHNEWS.COM** Kontraktor yang mengerjakan ruas jalan Padang Betuah –Perbo serta Ruas Jalan Lubuk Sini–Perbatasan Bengkulu Utara di Kabupaten Bengkulu Tengah yang telah selesai direkonstruksi dan ditinjau Gubernur Helmi Hasan Minggu(13/2) mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun meninggalkan sisa hutang yang cukup besar dan membuat kontraktor tidak bisa bergerak lagj karena minus modal. Sementara supplier terus berdatangan untuk menagih berbagai hutang material. Ini disampaikan kontraktor Ir.Purwanto via wattshapp, Senin(2/3).

“Pekerjaan tuntas . Pembayaran belum tuntas…?
Padang Betuah-Perbo masihh di hutang Rp. 12 ,5 Miliar
Lubuk Sini-Bts BU msh di hutang Rp.24 M, saya gak enak karena
Ditagih Supplier batu, pasir , Semen , Aspal, setiap hari, perusahaan kami Tidak bisa bergerak lagi,”sampainya terkesan kecewa. Kontraktor bonafid dan berlevel nasional ini selama mengerjakan proyek infrastruktur di Provinsi Bengkulu berskala besar tidak pernah bermasalah. Namun proyek PUPR Provinsi tahun 2025, kontraktor yang belum dibayar hampir mencapai Rp.300 miliar. Khusus PT Rotek milik Ir.Purwanto mencapai Rp.99 miliar sisanya kontraktor lain. Sementara Gubernur Helmi Hasan selalu berkoar bahwa dana infrastruktur yang dialokasikan pemprov mencapai Rp.600 miliar, lalu kenapa masih hutang ke kontraktor?

Pemberitaan sebelumnya Pada 2025, Pemerintah Provinsi Bengkulu mengalokasikan anggaran sebesar Rp.158 miliar untuk pembangunan empat ruas jalan strategis di Kabupaten Bengkulu Tengah. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Adapun empat ruas jalan yang direkonstruksi meliputi:

* Rekonstruksi Ruas Jalan Tugu Hiu–Simpang Taman Hutan Raya–Simpang Kroya sepanjang 1,22 kilometer dengan anggaran Rp5 miliar.
* Rekonstruksi Ruas Jalan Lubuk Sini–Batas Bengkulu Utara sepanjang 26,10 kilometer dengan anggaran Rp80 miliar.
* Rekonstruksi Ruas Jalan Padang Betuah–Perbo (Batas Bengkulu Utara) sepanjang 19,30 kilometer dengan nilai Rp52 miliar.
* Rekonstruksi Ruas Jalan Klindang–Susup sepanjang 2,97 kilometer dengan anggaran Rp21 miliar.

Gubernur menegaskan, pembangunan jalan tersebut merupakan bentuk pengembalian pajak masyarakat dalam wujud pembangunan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

“Ini berasal dari pajak yang dibayarkan masyarakat dan kita kembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk jalan yang mulus. Inilah konsep ‘Bantu Rakyat’, menjawab kebutuhan dan permintaan masyarakat,” ujar Helmi.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang serta tidak cepat mengalami kerusakan.

“Mari kita jaga bersama agar jalan ini tetap awet,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Aturan Mimpo II, Kecamatan Pematang Tiga, Kabupaten Bengkulu Tengah, Alamsyah, menyampaikan rasa syukur atas pembangunan jalan di wilayahnya yang selama ini dinilai kurang mendapat perhatian.

Menurutnya, jalan tersebut merupakan jalur alternatif penghubung antara Kabupaten Bengkulu Tengah dan Bengkulu Utara yang cukup ramai dilalui masyarakat.

“Dulu jalan ini lama sekali luput dari perhatian. Sekarang sudah mulus dan sangat membantu masyarakat. Aktivitas ekonomi menjadi lancar karena akses transportasi semakin baik. Terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah memperhatikan desa kami. Semoga beliau selalu sehat,” ungkap Alamsyah.***hasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.