JARING LOBSTER TERSAPU JARING MILENIUM DAPAT GANTI RUGI

oleh -232 Dilihat
oleh

 

KHAZANAHNEWS.COM**Atas inisiatif DKP Provinsi, Polair, Lanal dan DKP Provinsi/Kota mengambil jalan terbaik untuk menyelesaikan bentrok antara nelayan lobster dan nelayan milenium. Ketua HNSI Kota Ali Simatupang di dampingi waka 1, Joni Ardiansyah, sekretaris, Hasanah dan pengurus lainnya termasuk pembina jaring udang lobster Tomi. Menyerahkan ganti rugi puluhan juta sumbangan dari nelayan milenium.

Ali Simatupang dalam kata sambutannya menyampaikan bentrok nelayan jaring lobster dan jaring milenium, sudah berakhir damai nelayan jaring milenium sudah memberi kompensasi seharga nilai jaring. Ali berharap agar nelayan di Kota Bengkulu menjaga kedamaian dan saling menghargai. Empat perwakilan kerukunan nelayan yang menerima kompensasi Robert Malabero, Dedi Pasar Pedati, mereka menerima langsung uang ganti rugi untuk dibagikan ke nelayan korban jaring milenium.

Ditambahkan Tomi pembina jaring lobster yang juga pimpinan PT Mitra Jaya, dirinya ikut membantu dan peduli pada nelayan yang menjadi korban jaring kapal milenium. Dirinya berjanji akan menambah kekurangan dana bantuan untuk nelayan jaring lobster. Ditegaskan Tomi, HNSI Kota dibawah pimpinan Ali Simatupang bersama pengurus selalu siap memfasilitasi nelayan dan mencari solusi.

Seperti pemberitaan sebelumnya akibat ulah nakal nelayan jaring milenium yang asal Bengkulu Utara yang beroperasi di sepanjang laut Kota Bengkulu, sangat merugikan nelayan jaring lobster dalam jumlah besar karena jaring milenium menyapu jaring lobster. Akibatnya nelayan jaring lobster merasa sangat dirugikan dan memberi perlawanan. Kondisi yang memanas ini nyaris terjadi bentrok dilautan kota Bengkulu. Nelayan dari Pasar Pedati nyaris menyerang dan bentrok dengan nelayang jaring milenium yang bermukim di Pulau Beringin.

Namun didampingi DPC dan DPD HNSI Kota dan Provinsi melaporkan situasi tersebut ke pihak berwenang yakni Polair Polda, Lanal, DKP Provinsi dan Kota. Akhirnya disepakati puluhan orang nelayan yang berasal dari Pulau Beringin sampai Teluk Sepang untuk berdamai? Selasa(4/2) bertempat dan di fasilitasi kadis DKP Provinsi Syafriandi minus DKP Kota, Ikut hadir pula Polair Polda, Lanal, Waka 1 DPC HNSI Kota Joni Ardiansyah mewakili ketua dan ketua DPD HNSI Provinsi Adhar.

Setelah melalui perdebatan alot masing-masing ingin menang sendiri, waka 1 DPC HNSI Kota, Joni Ardiansyah dapat meredam emosi nelayan jaring lobster. Tuntutan nelayan jaring lobster agar nelayan jaring milenium dapat mengganti seluruh kerusakan dan kerugian mereka akibat jaring lobster yang tersapu jaring milenium. Dipimpin kadis DKP Syafriandi akhirnya disepakati nelayan jaring milenium mengganti sebagian kerugian yang di alami nelayan lobster, sesama nelayan jaring yang hidup tergantung dari laut tersebut akhirnya mengalahkan ego masing-masing dan bersedia berdamai? Disesalkan Joni Ardiansyah kadis DKP Kota Bengkulu terkesan tidak perduli kondisi nelayan dan laut di Kota Bengkulu, apalagi terhadap nelayan yang bentrok karena keributan alat tangkap?***hasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.