Kasus ISPA di Bengkulu Capai 15.961 Kasus Pemprov Warning Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan!

oleh -6 Dilihat
oleh

 

KHAZANAHNEWS.COM**Pemerintah Provinsi Bengkulu memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah ancaman musim kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Niño. Seluruh pelaku usaha, khususnya sektor perkebunan dan pertambangan, serta masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Selain mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, Pemprov Bengkulu juga meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan akibat cuaca panas dan asap. Puskesmas dan posyandu diminta lebih aktif meningkatkan pelayanan kesehatan guna mengantisipasi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Wakil Gubernur Bengkulu Mian menyampaikan, Pemprov Bengkulu telah menerbitkan surat edaran kepada pelaku usaha di sektor perkebunan, pertambangan, dan sektor lainnya yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Imbauan tersebut menjadi langkah preventif untuk mencegah munculnya titik panas (hotspot) dan meluasnya kebakaran selama musim kemarau.

“Begitu ada ancaman El Niño dan musim kemarau panjang, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah mengantisipasinya dengan menerbitkan edaran pencegahan kebakaran kepada seluruh pelaku usaha, baik sektor perkebunan, pertambangan, maupun sektor lain yang berpotensi mengalami kebakaran,” ujar Mian, Selasa (20/10).

Menurutnya, upaya pencegahan juga diperkuat melalui koordinasi lintas sektor dengan unsur terkait, termasuk tim kehutanan, TNI, Polri, serta instansi lainnya. Pemerintah kabupaten dan kota turut didorong untuk memantau kawasan hutan dan lahan yang berpotensi memunculkan titik panas baru.

Mian menjelaskan, kondisi titik panas di Provinsi Bengkulu sejauh ini relatif terkendali. Namun, situasi tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak lengah. Sosialisasi dan pengawasan harus terus dilakukan, termasuk melalui pemerintah desa agar masyarakat, khususnya petani, tidak membuka atau mengelola lahan dengan cara membakar.

“Alhamdulillah, titik panas di Provinsi Bengkulu bisa kita eliminasi dan jumlahnya relatif terkendali. Ini bukan berarti kita diam, tetapi upaya penyampaian imbauan kepada pelaku usaha terus dilakukan. Para kepala desa melalui bupati juga telah didorong untuk mengingatkan warganya agar tidak mengelola lahan dengan cara membakar atau menerapkan prinsip zero burning,” jelasnya.

Ia menegaskan, pencegahan karhutla membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Selain menjaga kelestarian lingkungan, langkah tersebut penting untuk melindungi kesehatan warga serta mencegah kerugian sosial dan ekonomi akibat kebakaran.

Di sisi lain, Mian menyampaikan bahwa Pemprov Bengkulu, sesuai arahan Gubernur Helmi Hasan, juga terus mengupayakan mitigasi bencana melalui langkah-langkah nyata yang disertai doa agar Provinsi Bengkulu terhindar dari berbagai bencana alam.

“Kita terus berdoa agar Provinsi Bengkulu dijauhkan dari bahaya dan bencana. Kita juga berharap musim kemarau panjang ini segera berakhir dan curah hujan kembali meningkat,” ungkapnya.

Selain ancaman karhutla, dampak musim kemarau terhadap kesehatan masyarakat turut menjadi perhatian Pemprov Bengkulu. Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah kasus ISPA di Provinsi Bengkulu selama periode Januari hingga September telah mencapai 15.961 kasus.

Menyikapi kondisi tersebut, Mian meminta jajaran Dinas Kesehatan, puskesmas, dan posyandu meningkatkan kewaspadaan serta mengoptimalkan pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang rentan mengalami gangguan pernapasan.

Peningkatan pelayanan tersebut diharapkan dapat memperkuat deteksi dini, edukasi kesehatan, dan penanganan masyarakat yang mengalami gejala ISPA, khususnya apabila terjadi penurunan kualitas udara akibat asap kebakaran.

“Dinas Kesehatan terus melakukan peningkatan layanan. Kita berharap kasus ISPA di Provinsi Bengkulu dapat dikendalikan dengan baik. Kita juga bersyukur karena Bengkulu masih sesekali mendapatkan hujan dibandingkan sejumlah daerah lain,” tutup Mian.***hasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.