KHAZANAHNEWS.COM**Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Ir.H Darmawansyah menyoroti lahan perkebunan sawit di Provinsi Bengkulu yang banyak melanggar daerah aliran sungai(DAS). Hingga kerusakan lingkungan sudah cukup parah. Darmawansyah, menegaskan berkaitan masalah pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim di provinsi Bengkulu, lingkungan di Bengkulu memang sudah rusak terutama sungai dan pantai rusak akibat abrasi yang cukup ganas.
Namun masalah pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim, iklim di Bengkulu masih wajar namun demikian harus ada ketegasan, ia menyentil saat ini Satgas PKH sudah masuk Bengkulu, karena perkebunan sawit yang banyak melanggar das, dimana banyak pinggir sungai ditanami pohon sawit. Hingga tidak ada lagi pepohonan sebagai daerah tangkapan air. Berdasarkan aturan UU lingkungan hidup garis sempadan sungai harus berjarak 50 – 100 meter.
Namun dilapangan saat ini, pohon sawit banyak ditanam dipinggir sungai. Ia memuji sikap tegas gubernur Helmi Hasan yang pernah menebang pohon sawit PT Sil dipinggir sungai, bagaimana pembangunan harus berkelanjutan? Ia menegaskan pembangunan berkelanjutan untuk anak cucu. Ia selaku anggota dewan provinsi sudah minta BWSS 7 untuk peduli pembangunan irigasi dan penanaman pohon pinggir sungai.***hasanah











