Konvensi Nasional Media Massa 2026 Integrasi AI dan Peran Pers sebagai “Air Jernih” Era Digital

oleh -29 Dilihat
oleh

 

​KHAZANAHNEWS.COM**BANTEN – Menghadapi disrupsi teknologi yang kian masif, para tokoh pers, praktisi media, dan pemangku kebijakan se-Indonesia berkumpul dalam Konvensi Nasional Media Massa yang digelar pada Minggu, 8 Februari 2026. Acara yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Provinsi Banten ini mengusung tema penting: “Pers, AI, dan Transformasi Digital: Membangun Ekosistem Informasi untuk Kepentingan Publik.”

Acara diawali oleh kata sambutan dari Gubernur Provinsi Banten, yang diwakili oleh Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi Hartawan. Beliau menyampaikan pesan Gubernur yang tidak sempat hadir dikarenakan padatnya acara HPN Banten 2026, sehingga tidak dapat hadir langsung pada Konvensi nasional.

“Pers yang kuat, adaptif, dan kolaboratif adalah mitra utama pembangunan daerah dan nasional” Ujar Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi Hartawan.

​Ketua Dewan Pers Nasional, Prof. Komaruddin Hidayat, dalam sambutannya memberikan perumpamaan yang kuat mengenai kondisi informasi saat ini. Beliau menyebut bahwa di tengah “banjir informasi” yang seringkali beracun dan sensasional di media sosial, media mainstream harus mampu menjadi penyedia “air jernih”.

​Berdasarkan penelitian Dewan Pers, meskipun masyarakat gemar mengonsumsi konten media sosial yang emosional, mereka tetap kembali mencari media mainstream yang kredibel saat merasa lelah dan bingung oleh hoaks atau disinformasi.

“meskipun masyarakat saat ini gemar mengonsumsi konten media sosial yang sensasional dan memicu emosi, saat mereka merasa lelah dan bingung, mereka tetap mencari referensi yang tepat dari media mainstream yang kredibel” Ujar Prof. Komarudin Hidayat dalam sambutannya pada acara Konvensi Nasional Media Masa.

​Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, hadir secara langsung untuk memberikan dukungan terhadap persatuan pers Indonesia. Kehadirannya membawa pesan krusial mengenai penguatan ekosistem digital nasional. Meutya menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, ruang redaksi, dan masyarakat sangat diperlukan untuk membersihkan ekosistem digital dari disinformasi.

​”Prinsip pers yang bertanggung jawab, edukatif, objektif, dan sehat harus menjadi landasan ekosistem informasi masa depan,” ujar Menteri Komdigi Meutya Hafid.

​Salah satu topik utama yang memanaskan ruang diskusi adalah integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam jurnalisme. Alih-alih melihat AI sebagai ancaman, konvensi ini menekankan peran teknologi tersebut sebagai alat pendukung untuk meningkatkan efisiensi dan analisis data di ruang redaksi.

​Menteri Komdigi mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah sedang menyiapkan regulasi terkait, termasuk draft aturan labeling karya berbasis AI guna melindungi karya jurnalistik dan memberikan batasan penggunaan AI yang jelas. Hal ini berkaca pada tantangan global, di mana banyak pihak mengambil data tanpa izin untuk kepentingan AI.

​Konvensi ini menjadi titik balik krusial bagi masa depan jurnalisme di Indonesia, memastikan bahwa pers tetap teguh pada fungsinya sebagai pilar demokrasi yang terpercaya di tengah gempuran teknologi.

Acara pembukaan diakhiri dengan pembacaan Deklarasi Pers Nasional, yang menyuarakan Kedaulatan Digital dan Kesejahteraan bagi seluruh Pers dan Jurnalist Se-Indonesia.***has

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.