Kopi Bengkulu Tembus Italia BI Perkuat Ekosistem Kopi dari Hulu hingga Pasar Global

oleh -18 Dilihat
oleh

 

KHAZANAHNEWS.COM**Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah Daerah dan berbagai mitra strategis melaksanakan Pelepasan Ekspor Perdana Kopi Bengkulu ke Italia di Kabupaten Kepahiang (07/09). Kegiatan dihadiri oleh Wakil Gubernur Bengkulu , Ir H. Mian yang secara langsung melepas ekspor perdana kopi Bengkulu . Kegiatan turut dihadiri oleh Bupati Kepahiang, Bupati Lebong, perwakilan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, serta Kementerian/Lembaga, perbankan, akademisi, asosiasi, agregator, pelaku industri, UMKM, kelompok tani, dan berbagai pemangku kepentingan terkait.Sebanyak 19,2 ton kopi Robusta Bengkulu atau setara dengan 1 kontainer dilepas menuju Italia dengan nilai ekspor mencapai Rp1,26 miliar atau US$71.000. Kopi yang diekspor berasal dari Koperasi, petani dan pengusaha kopi di Provinsi Bengkulu yang bekerj asama dengan PT Alko Sumatra Kopi sebagai agregator ekspor yang menghubungkan kopi Bengkulu dengan pasar internasional. Momentum ekspor ini menjadi bukti nyata bahwa kopi Bengkulu memiliki kualitas dan daya saing untuk menjangkau pasar global. Potensi tersebut didukung oleh posisi Bengkulu sebagai salah satu sentra kopi utama nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik , Provinsi Bengkulu tercatat sebagai produsen kopi terbesar ke -5 di Indonesia, dengan Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Lebong, dan Kabupaten Rejang Lebong sebagai bagian penting dari sentra produksi kopi Bengkulu. Ekspor perdana tersebut merupakan hasil dari proses pengembangan yang dilakukan secara bertahap dan kolaboratif. Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah dan berbagai mitra terus mendorong peningkatan kualitas produk, kapasitas pelaku usaha, penguatan kele mbagaan, serta perluasan akses pasar melalui berbagai kegiatan pembinaan, kurasi, promosi, dan business matching . Dalam pengembangan UMKM, Bank Indonesia menerapkan tiga pilar utama, yaitu Korporatisasi, Kapasitas, dan Pembiayaan. Ketiga pilar tersebut diarahkan untuk memperkuat kelembagaan dan kemitraan, meningkatkan kualitas dan kapasitas usaha, serta memperluas aks pasar agar UMKM semakin naik kelas dan berdaya saing. es pembiayaan dan Sebagai bagian dari upaya mendorong UMKM unggulan berorientasi ekspor, Bank Indonesia secara rutin menyelenggarakan kurasi produk kopi di Departemen Ekonomi -Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia. Pada tahun 2026, sebanyak 11 UMKM kopi Bengkulu dengan produk kategori premium dan fine mengikuti proses kurasi dan selanjutnya difasilitasi dalam business matching ekspor bersama agregator maupun calon buyer. Salah satu UMKM yang melalui rangkaian kurasi dan fasilitasi akses pasar tersebut menjadi bagian dari realisasi ekspor 19,2 ton kopi Bengkulu ke Italia pada kegiatan ini. Dukungan Bank Indonesia terhadap pengembangan kopi Bengkulu juga dilakukan melalui Program Implementasi Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah. KPwBI Provinsi Bengkulu secara konsisten memberikan dukungan sarana dan prasarana kepada kelompok kopi berupa rumah jemur kopi, color sorter green beans , dan mesin roasting untuk memperkuat proses pascapanen, meningkatkan konsistensi mutu, dan mendukung pemenuhan kebutuhan pasar. Pada rangkaian kegiatan pelepasan ekspor ini, KPwBI Provinsi Bengkulu kembali menyerahkan dukungan secara simbolis kepada 2 kelompok UMKM kopi, berupa mesin color sorter green beansdan mesin roasting. Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan konsistensi hasil pengolahan kopi sekaligus memperkuat kesiapan UMKM dalam memenuhi standar pasar nasional maupun internasional.Selain pelepasan ekspor, kegiatan di awali dengan Bincang Kopi yang menghadirkan narasumber dari PT Alko Sumatra Kopi, Starbucks Coffee, Tomoro Coffee, serta Nichel Alfathah Saputra (peraih juara kompetisi barista pada Karya Kreatif Sumatera Utara 2026 ). Forum tersebut menghadirkan perspektif pengembangan kopi dari hulu hingga hilir, mulai dari penguatan kualitas produk, peran agregator dalam membuka akses pasar, kebutuhan dan preferensi industri, hingga pentingnya peran barista dalam memperkenalkan kara kter dan kualitas kopi kepada konsumen.Rangkaian kegiatan turut menghadirkan pameran 10 UMKM kopi Bengkulu yang menampilkan berbagai produk unggulannya. Keikutsertaan UMKM tersebut menjadi ruang promosi sekaligus memperluas interaksi dengan agregator, industri, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan yang hadir sehingga membuka peluang kolaborasi, transaks i, dan perluasan pasar baru.Penguatan ekosistem ekspor juga dilakukan melalui keterlibatan perbankan provinsi bengkulu yang hadir secara langsung di booth perbankan untuk mendukung kebutuhan pelaku usaha dan UMKM berorientasi ekspor. Dukungan tersebut mencakup peluang pembiayaan ekspor serta fasilitasi instrumen transaksi perdagangan internasional, termasuk penerbitan Letter of Credit (L/C). Keterlibatan sektor perbankan diharapkan semakin memperkuat kesiapan pelaku usaha tidak hanya dari sisi kualitas produk dan akses pasar, tetapi juga dari sisi pembiayaan serta kelancaran transaksi ekspor.Rangkaian kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dalam rangka pengembangan ekonomi daerah antara Pemerintah Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Lebong, dan Kabupaten Rejang Lebong. KAD tersebut menjadi wujud penguatan si dalam mengoptimalkan berbagai potensi ekonomi unggulan yang dimiliki masing nergi antardaerah -masing wilayah. Komoditas kopi menjadi salah satu potensi yang dapat diperkuat melalui kerja sama tersebut, mengingat ketiga kabupaten memiliki peran penting dala m ekosistem produksi kopi Bengkulu. Sinergi antardaerah diharapkan dapat mendorong pengembangan potensi ekonomi secara lebih terintegrasi, saling melengkapi, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.Sebagai bagian dari penguatan digitalisasi ekosistem kopi, KPwBI Provinsi Bengkulu juga melakukan launching PADEK (Platform Asal Usul dan Dashboard Ekonomi Kopi) Bengkulu yang dapat diakses melalui www.padek -bengkulu.com . Platform digital yang dikembangkan oleh KPwBI Provinsi Bengkulu tersebut mendukung traceability atau ketertelusuran kopi melalui QR Code yang memuat informasi mengenai asal, karakteristik, dan pelaku usaha kopi. PADEK diharapkan dapat semakin memperkuat identitas dan kredibilitas kopi Bengkulu sekaligus memberikan kemudahan bagi dalam memperoleh informasi produk.Ke depan, pengembangan kopi Bengkulu akan terus diarahkan pada penguatan kualitas dan buyerkontinuitas produksi, perluasan akses pasar, serta peningkatan nilai tambah bagi petani dan UMKM. Ekspor perdana 19,2 ton ke Italia diharapkan menjadi pembuka bagi realis asi ekspor berikutnya, dengan semakin banyak UMKM yang terhubung dengan pasar global dan semakin luas manfaat ekonomi yang tercipta di Provinsi Bengkulu. Arah tersebut sejalan dengan komitmen KPwBI Provinsi Bengkulu untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan seluruh mitra strategis dalam mengembangkan komoditas unggulan dan memperkuat daya saing UMKM Bengkulu.***has

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.