ORMAS MINTA KAPOLRI PERINTAHKAN KAPOLDA BENGKULU TARIK PASUKAN BRIMOB YANG NYAMBI JADI “SATPAM” PERUSAHAAN DI BENGKULU UTARA

oleh -223 Dilihat
oleh
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), default quality?

KHAZANAHNEWS.COM** Ketua Majelis Pimpinan Cabang Ormas Maju Bersama Bengkulu (MPC-OMBB) kabupaten Bengkulu Utara Berharap Kepala Kepolisian RI Jenderal (Pol) Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. agar memerintahkan Kapolda Bengkulu Irjen.Pol. Armed Wijaya, MH,  segera menarik  seluruh pasukan Brimob dari area perkebunan dan perusahaan Tambang di kabupaten Bengkulu Utara. Karena tugas Polri bukan menjadi tameng atau “Satpam” perusahaan perkebunan. Apalagi sampai menggunakan senjata negara untuk menembak rakyat.


Mengingat Polemik yang baru saja terjadi di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Senabah PT Agricinal Kecamatan Putri Hijau kabupaten Bengkulu Utara yang berujung dua orang korban penembakan oleh Oknum Brimob POLDA Bengkulu yang diduga tidak sesuai SOP. “Aparat Brimob Polri digaji negara untuk menjaga Kamtibmas bukan menjaga perusahaan. Senjata juga dibeli dari uang rakyat untuk menjaga keamanan bukan mengamankan perusahaan apalagi menembak warga” kritiknya.

Dua orang korban ; Muhar, asal Desa Talang Arah dan Bemo, warga Pasar Sebelat, kejadian Jumat 12-7-2024 Sore hari.

Data terhimpun, korban Muhar mengalami luka tembak di 2 bagian, pangkal paha kiri dan paha bawah kiri atau di atas lutut kaki kiri, dan dilarikan ke RSUD Lagita, korban atas nama Bemo, mengalami luka tembak di bagian jari tangan dan sudah mendapat penanganan medis di Puskesmas Perawatan Sebelat.

Mengingat SOP kepolisian Bahwa, kehadiran aparat Brimob di perkebunan tersebut jangan sampai dianggap menjadi pemicu konflik antara pihak perusahaan dan warga sekitar, karena informasi yang terhimpun Daerah Aliran Sungai (DAS) Tidaklah termasuk dalam Areal HGU PT. Agricinal.

“Karena keterlibatan aparat polisi (Brimob) dalam kasus tersebut disinyalir justru bukan untuk meredam konflik, melainkan melindungi perusahaan,” Ujar Rozi, HR.

“Polisi mestinya menjadi pengayom atau sekurangnya hadir di saat ketegangan terjadi. Akan tetapi, polisi memang telah berada di areal kebun sawit  PT. Agricinal. Kondisi inilah yang telah memperumit situasi Dan Oknum polisi pun dengan mudah memuntahkan peluru panas ke arah masyarakat yang disinyalir tanpa mengikuti SOP,” katanya

Selain itu, dia juga meminta  “Pemerintah agar dapat memberikan pertanggungan atas seluruh biaya para korban yang terluka dan yang masih dirawat di rumah sakit dan pemerintah juga wajib memberikan atensi yang lebih untuk petani-petani di areal tersebut” harapnya.*** has

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.