KHAZANAHNEWS.COM** Kinerja jajaran PDAM Tirta Hidayah Kota Bengkulu masih perlu dipertanyakan. Banyak masalah mencuat diantaranya ada cafe S dikawasan pantai Berkas yang aktif beroperasi menggunakan air curian dari PDAM. Ini terbukti pipa sambungan dari pipa induk pinggir jalan Berkas ke cafe sekitar 100 meter tanpa menggunakan meteran PDAM sebagai untuk mengetahui jumlah pemakaian kubikasi air.
Pencurian air PDAM ini diduga sudah berlangsung tahunan, ini terungkap dari petugas meteran PDAM Endi dan Akbar yang mengecek tagihan ledeng salah satu pelanggan dikawasan Berkas, Jumat(8/5). Dimana tagihan pelanggan yang punya meteran namun tagihannya membengkak, padahal dari pengecekan petugas PDAM tidak ada kebocoran. Namun tertera ditagihan mencapai jutaan rupiah. Tentu saja pelanggan protes dan mempertanyakan ke bagian keuangan PDAM.
Namun jawaban bagian keuangan PDAM pembayaran harus sesuai tagihan yang dikeluarkannya. Sehingga pelanggan bersangkutan menunda pembayaran tagihan karena uang tidak mencukupi. Bagian keuangan menurunkan petugas pencatatan meter ke lapangan ke rumah pelanggan yang tagihannya membengkak. Setelah melakukan pengecekan dua petugas PDAM, Endi dan Akbar. Cukup kaget ada sambungan ilegal cafe dari pipa induk tanpa meteran. Endi mengaku akan melaporkan temuannya ke atasannya. Diakui Endi kejadian serupa pencurian air PDAM tanpa meteran banyak terjadi namun belum diketahui. Karena terbatasnya petugas, sedangkan yang sudah tertangkap mencuri air PDAM sudah disanksi pembayaran selama pemakaian.
Sedangkan untuk pelanggan yang tagihannya membengkak sementara tidak ada kebocoran, pihaknya tidak bisa memutuskan karena itu urusan bagian keuangan. Cuma Endi memberi solusi tagihan yang membengkak bisa dicicil? ***hasanah









