KHAZANAHNEWS.COM** Ekspor perdana kopi robusta asal Bengkulu ke Italia sebanyak 19,2 ton dengan nilai Rp.2,7 miliar, menciptakan rasa optimis dan bangkitnya ekonomi petani Bengkulu. Bahkan pertumbuhan ekonomi Bengkulu di Sumatera cukup stabil mencapai 5,11% dan inflasi juga terjaga baik. Ini disampaikan kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat saat membuka pelatihan wartawan ekonomi KPW BI Provinsi Bengkulu mengusung tema ” sinergi Bank Indonesia dan Media dalam Mengkomunikasikan Kebijakan dan mengangkat potensi daerah” di Sepanak Hotel, Curup 7-9 September 2026.

Disampaikan Wahyu Yuwana Peran media cukup strategis dalam menyampaikan kebijakan dan mendorong produk pertanian kopi Bengkulu lebih dikenal hingga sampai ke starbuck, ke depan BI akan terus mendorong dan meningkatkan ekspor kopi dan menambah ekspor kakao karena cukup potensial. Diungkap Wahyu Yuwana ekspor kopi cukup melalui proses panjang dan berliku. Karena proses dan pengawasan cukup ketat. Cukup klik di google negara penerima ekspor akan mengetahui bagaimana topografi perkebunan kopi, apakah panen petik merah, menjaga lingkungan dan tidak menggunakan pupuk berbahaya seperti bahan residu. Bank Indonesia akan terus berbuat untuk kemajuan ekonomi Bengkulu, agar harkat dan kesejahteraan petani bisa terangkat, hingga kehadiran Bank Indonesia bisa membawa manfaat karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain, sampainya bijak.
Dalam pelatihan wartawan ekonomi BI Indonesia menghadirkan narasumber dari Media Kumparan, Angga Sukma Wijaya yang menyampaikan berbagai materi dalam peran media sebagai penyampai informasi yang faktual dan kompetitif. Para wartawan pun ramai mengajukan pertanyaan soal isu-isu yang mencuat seperti AI atau kecerdasan buatan ***hasanah











