KHAZANAHNEWS.COM**Pemprov Bengkulu berencana
memangkas TPP ASN karena beban belanja pegawai yang tinggi (47% APBD) dan Dana Transfer ke Daerah (TKD) pusat turun drastis untuk 2026, bahkan ada opsi pemangkasan 40% TPP dan pengurangan hari kerja (3-4 hari/minggu) sebagai strategi efisiensi, jadi ASN siap-siap ada pengurangan pendapatan dan perubahan jam kerja.
Sekda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni usai evaluasi akhir tahun dikantor gubernur menyampaikan, akibat efisiensi khusus pejabat eselon 2 dipotong 60% dari TPP, eselon 3 dipotong 50% dan asn dan staf dibawahnya dipotong bervariasi.
Alasan Pemotongan TPP karena
Beban Belanja Pegawai Tinggi: Anggaran belanja pegawai sudah mencapai 47% dari APBD, melebihi ambang batas yang wajar.
Penurunan TKD Pusat: Dana dari pemerintah pusat diproyeksikan turun signifikan (Rp 347,9 miliar) untuk TA 2026, memaksa Pemprov melakukan efisiensi anggaran, sampainya.
TPP ASN akan dievaluasi dan dipangkas sebagai salah satu opsi efisiensi.
Ada kemungkinan hari kerja ASN akan dikurangi menjadi 3 atau 4 hari seminggu.
Anggaran di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dianggap tidak produktif juga akan dipangkas.
Wacana ini mencuat pada pertengahan hingga akhir tahun 2025, sebagai respons terhadap kondisi anggaran yang ketat untuk tahun 2026.
TPP ASN Pemprov Bengkulu adalah respons terhadap kondisi keuangan daerah akibat penurunan TKD pusat dan beban belanja pegawai yang besar, dengan target efisiensi anggaran di berbagai sektor termasuk TPP dan jam kerja ASN untuk tahun 2026. ***hasanah









