Pemprov Gelar Rembuk Cegah Radikal dan Terorisme di Bengkulu

oleh -246 Dilihat
oleh

Pelaku teror yang diciduk

KHAZANAHNEWS.COM**Radikalisme dan terorisme merupakan ancaman serius bagi kesatuan dan perdamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam upaya menjaga stabilitas dan mencegah potensi konflik, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menggelar kegiatan Rembuk Merah Putih bertema “Menjaga Kewaspadaan Nasional, Cegah Radikalisme dan Terorisme Demi Keutuhan NKRI”, Selasa (23/9).

Kegiatan yang berlangsung di Bengkulu ini bertujuan mengidentifikasi ancaman, menganalisis risiko, serta merumuskan strategi dan kolaborasi untuk pencegahan dan penanganan konflik. Kewaspadaan nasional ditekankan sebagai sikap yang lahir dari kepedulian, tanggung jawab, dan perhatian warga negara terhadap kelangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dari segala potensi ancaman.

Acara dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Pemprov Bengkulu, Khairil Anwar. Kegiatan ini diikuti berbagai kalangan, termasuk instansi lintas sektor, organisasi kemasyarakatan, pemuda, tokoh agama, akademisi, jurnalis, dan masyarakat umum.

“Saat ini orang sangat mudah mengakses internet untuk berbagai kepentingan. Semua informasi ada di sana, mulai dari yang baik hingga yang buruk. Potensi gangguan keamanan tetap ada, sekecil apa pun itu. Untuk itu, pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan merumuskan strategi dan kolaborasi pencegahan serta penanganan konflik,” ujar Khairil.

Kegiatan ini juga menghadirkan Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Bengkulu, Reki Alfian, sebagai narasumber. Hadir pula Kepala Satuan Tugas Wilayah Bengkulu Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian RI, Kombes Pol I Wayan Bayuna; Kasubdit Kamneg Dit Intelkam Polda Bengkulu, Kompol Andri Anwar; dan Kasi 1 Bidang Intelijen Kejati Bengkulu, Oki Permana.

Senada dengan Khairil, Kabinda Reki Alfian menegaskan bahwa ancaman radikalisme dan terorisme dapat diatasi bila seluruh lapisan masyarakat menjunjung tinggi ideologi Pancasila dan mengedepankan kepentingan bersama.

“Bengkulu dikenal dengan warganya yang ramah dan sopan. Ideologi Pancasila tertanam dengan baik. Nilai-nilai Pancasila yang universal, seperti musyawarah mufakat, gotong royong, dan kekeluargaan, harus terus dijunjung tinggi. Di ruang publik, termasuk di era digital, kita harus tetap menjunjung adab dan etika,” tutur Reki.***has

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.