Proyek Jembatan Darurat BPBD di Teluk Sepang Menyengsarakan Warga Perbaiki Gotong Royong!

oleh -7 Dilihat
oleh

 

KHAZANAHNEWS.COM**Kota Bengkulu-
Setiap hari, ratusan pelajar dan warga Kelurahan Teluk Sepang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, harus melintasi jembatan darurat yang dibangun dan diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat.

Jembatan yang berada di kawasan Parit 1 tersebut menjadi jalur alternatif yang menghubungkan Teluk Sepang dengan Kelurahan Sumber Jaya dan Padang Serai.
Jalur ini digunakan warga untuk menuju kesekolah, kepasar, ketempat kerja hingga berbagai aktifitas lainya.

Namun lronisnya, jembatan tersebut juga merupakan bagian dari jalur evakuasi tsunami yang dibangun pemerintah pascabencana.

Jembatan Parit 1, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Jembatan Teluk Sepang, dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai bagian dari program rehabilitasi pascabencana tahun 2010 lalu.

Jembatan berada di kawasan rawa yang dipengaruhi pasang surut air laut.
Saat air laut surut, area di sekitar jembatan berukuran sekitar 5 x 10 meter itu terlihat kering. Namun ketika air laut pasang, kawasan tersebut kembali terendam.

Kondisi tersebut diperparah konstruksi jembatan yang tidak memiliki penyangga memadai. Struktur tanah yang halus dan berlumpur membuat kawasan di bawah jembatan mudah tergerus oleh pergerakan air laut.

Kondisi lingkungan tersebut menjadi persoalan serius mengingat ancaman kenaikan muka air laut di wilayah Bengkulu.

Ketua Yayasan Kanopi Hijau Indonesia, Ali Akbar, Menjelaskan
Menurutnya, penanganan terhadap kerusakan infrastruktur selama ini cenderung dilakukan setelah kondisi memburuk. Akibatnya, kebutuhan anggaran yang dikeluarkan menjadi lebih besar.

“Tindakan yang dilakukan selalu terlambat dan bermuara kepada kebutuhan biaya yang besar atau memang sengaja dirancang seperti itu, agar ada proyek yang bernilai tinggi.

Di tengah belum terealisasinya perbaikan permanen, warga Teluk Sepang memilih memperbaiki jembatan tersebut secara swadaya, gotong royong Warga masyarakat.

Lanjutnya
“Ini adalah upaya kami agar tidak melewati jalan Pelindo dan bertempur dengan debu batu bara,”
Sehingga,
Jembatan tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat karena jalur utama menuju Teluk Sepang juga memiliki persoalan tersendiri. Sejumlah titik mengalami kerusakan dan berlubang. Saat hujan, badan jalan dipenuhi genangan air, sedangkan ketika cuaca panas berdebu.***has/Lian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.