Catatan Zacky Antony
KHAZANAHNEWS.COM**PEMEGANG rekor lari 100 meter putra, Usain Bolt asal Jamaika hanya bisa melongo menyaksikan rekor larinya berhasil dipecahkan. Yang bikin mata Bolt terbelalak, pemecah rekor miliknya bukan datang dari para pesaingnya di cabang paling bergengsi atletik tersebut.
Bukan dari Noah Lyles dari AS atau Oblique Seville, pelari sesama Jamaika. Dua nama terakhir adalah peraih emas lari 100 Meter Olimpiade Paris 2024 dan peraih emas Kejuaraan Dunia Atletik di Tokyo 2025.
Lantas? Pemecah rekor Usain Bolt adalah sebuah dua robot humanoid yang bernama dan Tiangong Ultra dan Lightning. Dua robot buatan Cina ini berhasil mencatatkan waktu mengesankan pada ajang World Humanoid Robot Games atau Olimpiade Robot yang dihelat di Beijing pada 22 – 26 Agustus 2026. Padang cabang Lari 100 Meter, robot Tiangong Ultra menorehkan waktu 9,39 detik dan Lightning mencatat waktu 9,47 detik. Pada babak uji coba, Lightning bahkan sempat mencatat waktu 9,32 detik.
Usain Bolt merupakan pemegang rekor dunia sekaligus rekor olimpiade pada nomor lari 100 meter putra. Rekor Olimpiade dicatat Usain Bolt pada Olimpiade London 2012 dengan catatan waktu 9,63 detik. Rekor itu belum terpecahkan sampai olimpide terakhir. Peraih emas Olimpiade Paris 2024, Noah Lyles hanya mencatat waktu 9,79 detik.
Sedangkan rekor dunia lari 100 meter diukir Usain Bolt lebih tajam pada ajang kejuaraan dunia Atletik di Berlin pada 2009 dengan catatan waktu 9,58 detik. Prestasi ini juga belum terpecahkan sampai kejuaraan dunia terakhir. Juara dunia lari 100 mater tahun 2025, Oblique Seville, punya catatan waktu 9,77 detik.
Pada Olimpiade Robot 2026 di Beijing, tampil 2.056 robot dari 16 negara. Mereka mengikuti 51 cabang olahraga seperti atletik, senam, tinju, tenis meja, hingga sepakbola.
Bahkan, pada cabang sepakbola sebuah robot mencetak gol dari tendangan bebas. Lalu merayakan gol tersebut ala Cristiano Ronaldo. Wuihh. Keren. Anda sudah nonton?
AI Kian Tak Terbendung
Kemajuan robotika di berbagai negara menunjukkan bahwa Artificial Inteligence (AI) atau Kecerdasan buatan makin tak terbendung. Cina sekarang berada di garis depan sebagai motor pembaharuan dan kemajuan AI.
Robot sudah mengambil peran di berbagai bidang kehidupan di Cina. Sebelum pemecahan rekor lari 100 meter, robot di Cina sudah berperan menjadi polisi lalu lintas dan guru. Pelayan warung bakso juga sudah diperankan robot.
Drone-drone berseliweran berperan mengantar pesanan kuliner dll. Di Indonesia pengantarnya masih tenaga manusia. Di Cina sudah beroperasi mobil taksi tanpa sopir. Setir mobil dikendalikan jarak jauh oleh mesin.
Prediksi mantan Presiden AS, Joe Biden terbukti. Saat masih menjabat, Joe Biden menyebut Cina menjadi menjadi rival utama AS dalam teknologi AI.
Pemecahan rekor lari 100 meter oleh robot menjadi bukti bahwa Cina sedang melakukan lompatan besar di bidang kecerdasan buatan. Penampilan ribuan robot di Beijing membuktikan bahwa kemajuan robotika bukan lagi pada tataran ketepatan (akurasi) dan kekuatan (kapasitas), tapi juga melompat jauh hingga pada level kecepatan. Dan kecepatan itu sekarang sudah mengalahkan manusia.
Gelombang kemajuan kecerdasan buatan ini sekarang sudah berada di depan mata. Ibarat tsunami, gelombang AI ini menghantam berbagai bidang kehidupan kita. Sekarang pun kita sudah merasakan gelombang tersebut. Kedepan, gelombang itu akan semakin kuat terasa.
Penulis adalah wartawan senior di Bengkulu











