Sekda dan Bulog Evaluasi Penyaluran 7,9 Juta Kg Beras Bansos di Provinsi Bengkulu 2026

oleh -22 Dilihat
oleh

 

KHAZANAHNEWS.COM**Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menghadiri Rapat Evaluasi bersama Kaperwil Bulog Sugeng Hardono, Kepala BPS Sahranudin, Ketahanan Pangan, Dinsos dan Bapperida membahas Penyaluran Bantuan Pangan Beras bulog alokasi Juli-September 2026. Rapat digelar di Hotel Mercure Bengkulu, Rabu (7/10).

Sekda menegaskan, keberhasilan penyaluran bantuan pangan tidak cukup hanya diukur dari jumlah beras yang telah dibagikan. Pemerintah harus memastikan bantuan tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerima.

“Program bantuan pangan merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan pokok,” ujarnya dalam sambutannya.

Menurutnya, beras merupakan komoditas yang sangat strategis. Oleh karena itu, keberhasilan penyaluran harus dilihat dari empat aspek, yakni ketepatan sasaran, ketepatan jumlah, ketepatan waktu, serta kualitas beras yang diterima masyarakat.

Herwan merincikan, untuk alokasi Juli hingga September 2026, Provinsi Bengkulu mendapatkan dukungan penyaluran bantuan pangan beras sebanyak 7.917.060 kilogram untuk 263.902 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

Sementara itu, Kepala Bulog Perwakilan Bengkulu, Sugeng Hardono, menekankan bahwa evaluasi penyaluran tidak boleh berhenti pada angka realisasi semata.

Pemerintah harus melakukan validasi data secara menyeluruh, mulai dari memeriksa apakah penerima masih memenuhi kriteria, apakah ada penerima yang telah meninggal dunia atau pindah domisili, hingga melihat perubahan kondisi sosial ekonomi yang membuat seseorang tidak lagi masuk dalam kelompok sasaran.

“Sebaliknya, yang tidak kalah penting adalah mencari tahu apakah masih ada masyarakat yang sebenarnya layak menerima bantuan tetapi belum masuk dalam daftar atau belum mendapatkan bantuan,” tegas Sugeng Hardono.

Ia menambahkan, temuan-temuan di lapangan tersebut harus menjadi dasar perbaikan data agar penyaluran bantuan pangan di periode selanjutnya menjadi lebih tepat sasaran dan berkeadilan.***has

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.