KHAZANAHNEWS.COM**Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami akibat ancaman megathrust. Hal ini ditunjukkan melalui pelaksanaan latihan kesiapsiagaan bencana yang melibatkan berbagai unsur lintas sektor.
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, serta melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dalam peninjauan Latihan Kesiapsiagaan Operasional Bencana Alam Megathrust Kogabwilhan I Tahun 2026.
Latihan dipimpin oleh Mohamad Naudi Nurdika selaku Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Kodiklat) TNI. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kebiasaan tanggap darurat serta menyatukan persepsi antarinstansi dan masyarakat.
“Melalui latihan ini, kita ingin membiasakan diri dan menyatukan cara pandang, sehingga ketika bencana terjadi, semua pihak sudah siap dan mengetahui langkah yang harus dilakukan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana. Menurutnya, masyarakat diharapkan memiliki kesadaran bahwa bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga minimal mampu menyelamatkan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Lebih lanjut, Naudi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yang menjadi salah satu tugas TNI dalam penanggulangan bencana serta upaya meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Sementara itu, Herwan Antoni menyampaikan bahwa latihan gabungan seperti ini telah lama diharapkan guna membangun tim yang solid, terutama dalam klaster penanganan bencana. Ia menegaskan bahwa wilayah Bengkulu termasuk daerah rawan terhadap gempa bumi dan tsunami.
“Secara konsep, kita sudah memiliki skema mulai dari simulasi hingga evakuasi korban. Namun, implementasi di lapangan melalui latihan seperti ini sangat penting agar kesiapan benar-benar teruji,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan meliputi simulasi pencarian korban tenggelam di pesisir Pantai MD Land, evakuasi korban, serta pendirian sejumlah posko bencana. Selain itu, juga disiapkan dapur umum dan penyaluran bantuan logistik bagi korban. Kegiatan dipusatkan di Lapangan STQ UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Sabtu (18/4).***has










