KHAZANAHNEWS.COM**Mewakili keluarga besar pejabat Pemprov yang difitnah atas perbuatan tidak senonoh, pengacara kondang Tarmizi Gumay angkat bicara. Atas nama keluarga menjelaskan bahwa kejadian yang dituduhkan itu tidak pernah terjadi alias fitnah belaka. Ia hanya ingin mendudukkan perkara pada tempatnya, sebagai perwakilan keluarga Targum menegaskan akan melakukan kajian hukum karena dampak sosial bagi keluarga sangat besar.
Menurutnya, jangan sampai persoalan itu menjadi bias karena ada kepentingan-kepentingan yang tidak bertanggung jawab dan ingin menjatuhkan reputasi pejabat bersangkutan. Mencermati berita yang beredar tersebut mewakili keluarga dirinya memberi penjelasan dan jika memang ada pelanggaran akan mengambil langkah-langkah hukum. Kenapa karena kedudukan semua sama dimata hukum ketika misalnya seseorang melakukan sesuatu yang merugikan maka harus ada kajian dampak sosial. Jelas Targum upaya mendudukan persoalan pada tempatnya bukan untuk melakukan pembelaan diri atau ada kepentingan-kepentingan lain.
Pihak keluarga besar YS, menyampaikan merespons isu miring yang tengah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, Rabu (5/8).
Melalui pamannya, Achmad Tarmizi Gumay (Targum), pihak keluarga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan tabayun atau klarifikasi informasi. Hal ini diharapkan dapat menjaga suasana tetap tenang dan kondusif.
Selaku keluarga Targum menanggapi beredarnya rekaman video yang belakangan santer dinarasikan sebagai tindakan asusila.
Ia mengatakan bahwa konten dalam video tersebut adalah sebuah percakapan, sama sekali tidak memuat aksi yang melanggar norma atau moral seperti yang diisukan.
Terlebih lagi, sosok di dalam rekaman tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya sebagai YS. Mengingat pesatnya perkembangan teknologi saat ini, pihak keluarga mengingatkan tingginya kemungkinan manipulasi visual atau rekayasa digital.
Mewakili keluarga besar, Targum menyampaikan kesedihan mendalam atas narasi liar yang terlanjur menyebar. Ia meminta empati dari masyarakat luas terkait beban mental yang kini harus dipikul oleh istri, anak, dan kerabat YS.
“Dampak psikologisnya sangat luar biasa, keluarga kami sangat terpukul dan kondisi di rumah menjadi tidak nyaman. Kami hanya meminta sedikit empati, bayangkan jika hal seperti ini terjadi pada keluarga kawan-kawan sendiri,” ungkap Targum dihadapan para wartawan.
Targum menegaskan bahwa kehadiran keluarga untuk memberikan klarifikasi ini sama sekali bukan bentuk perlawanan, apalagi bermaksud menantang pihak manapun.
Keluarga justru sangat terbuka dan menyediakan ruang diskusi yang seluas-luasnya bagi pihak-pihak yang mungkin masih merasa belum puas atau ingin berdialog secara baik-baik.
Meski demikian, keluarga tetap memikirkan langkah antisipasi. Mengingat YS mengemban amanah sebagai pejabat, keluarga menyadari adanya potensi isu ini ditunggangi oleh kepentingan pihak-pihak tertentu?***hasanah










