Tegur Komunitas Sepatu Roda Kasatpol PP Kena Batunya Disentil Lapangan Untuk Latihan Tak Ada di Kota Bengkulu?

oleh -18 Dilihat
oleh

 

KHAZANAHNEWS.COM**Sekelompok pemuda yang tergabung dalam komunitas sepatu roda mendapat teguran dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Bengkulu, Dr Sahat Marulitua Situmorang, namun komunitas sepatu roda yang cukup potensial di Kota Bengkulu skakmat Sahat, mereka hanya bisa berlatih dihalaman masjid raya Baitul Izzah, Lapangan refresentatif untul latihan sepatu roda di Kota Bengkulu tidak tersedia? Ini dilontarkan anak-anak komunitas sepatu roda saat berlatih di halaman Masjid Raya Baitul Izzah, Padang Harapan, Kota Bengkulu Sabtu malam(23/8).

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (23/8/) sekitar pukul 00.45 WIB. Saat itu, Kasat Pol PP Kota Bengkulu Sahat Situmorang bersama tim tengah melaksanakan rutinitas patroli dan berkeliling wilayah kota hingga menjelang pagi.

Sahat mengatakan, dirinya menemukan sekelompok pemuda yang masih melakukan aktivitas bermain dan berlatih sepatu roda di kawasan tersebut pada tengah malam.

Ia kemudian meminta para pemuda tersebut menghentikan aktivitas dan kembali ke rumah untuk beristirahat. Menurutnya, imbauan itu disampaikan demi menjaga ketenteraman lingkungan sekaligus memperhatikan kondisi kesehatan para pemuda.

“Waktu saya berkeliling malam sampai menjelang pagi, saya menemukan anak-anak muda sedang bermain sepatu roda di halaman Masjid Raya Baitul Izzah. Saya meminta mereka menghentikan kegiatan dan pulang beristirahat,” ujar Sahat.

Namun, teguran tersebut justru mendapat respons yang tidak terduga. Para pemuda tersebut balik menantang Sahat untuk ikut menggunakan sepatu roda.

Selain itu, mereka meminta agar pemerintah menyediakan lokasi yang dapat digunakan untuk latihan atau bermain sepatu roda pada pagi, siang maupun sore hari.

Sahat mengaku memahami keinginan para pemuda tersebut untuk memiliki ruang beraktivitas. Namun, ia berharap kegiatan olahraga tetap dilakukan pada waktu dan tempat yang tepat agar tidak mengganggu ketenteraman masyarakat.

“Bahkan saya ditantang untuk menggunakan sepatu roda. Mereka juga meminta dicarikan tempat latihan yang bisa digunakan pagi, siang dan sore, sehingga mereka tidak perlu bermain sampai tengah malam bahkan menjelang pagi,” ungkapnya.

Menurut Sahat, permintaan tersebut menjadi masukan bagi pemerintah kota untuk melihat kebutuhan ruang publik bagi komunitas olahraga, khususnya anak muda.

Ia menegaskan, Satpol PP tidak bermaksud melarang kegiatan olahraga. Imbauan diberikan agar aktivitas tersebut tetap memperhatikan waktu, lokasi, ketertiban dan kenyamanan masyarakat sekitar.

“Kita tentu mendukung anak-anak muda melakukan kegiatan positif dan berolahraga. Tetapi waktunya juga harus diperhatikan. Jangan sampai kegiatan dilakukan tengah malam hingga pagi dan mengganggu ketenteraman,” kata Sahat.

Ia berharap komunitas sepatu roda dapat berkoordinasi dengan pemerintah untuk mencari lokasi latihan yang lebih sesuai dan dapat digunakan secara aman serta nyaman.***hasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.