Waspada Riak-Riak Teroris dan Ekstrimis Pemprov Bengkulu Instruksikan Perda Kepala Daerah

oleh -54 Dilihat
oleh

KHAZANAHNEWS.COM**Asisten 1 Khairil Anwar saat membuka acara sosialisasi pencegahan teroris Rabu(16/9) di Two K Azana menyampaikan bahwa rencana aksi daerah pencegahan teroris ini  harus terus dilakukan. Karena gembong-gembong teroris terlibat asalnya dari Bengkulu, seperti Azhari dll saat itu belum ada medsos, apalagi saat ini semua bisa terorganisasi dengan WA sebab itu Pemprov Bengkulu mengajak kabupaten/kota untuk menyelaraskan langkah aksi daerah cegah teroris. Ia minta OPD terlibat terutama DP3AKB bisa sosialisasi melalui perempuan dan anak.

Kaban Kesbangpol Provinsi, Miftarul Hilmi menyampaikan bahwa provinsi Bengkulu sudah masuk catatan merah soal teroris dan ekstrimis. Pelaku teroris masuk top nasional soal teroris seperti tokoh pengebom hotel JW Marriot Jakarta beberapa tahun lalu adalah warga Bengkulu. Secara topografi Bengkulu sangat berpeluang untuk persemaian teroris Karena secara alami sangat memungkinkan teroris berkembang atau dalam artian tempat persemaian benih-benih teroris. Maka dibentuk FKPT saat ini sudah ada rencana pencegahan karena tidak ada penindakan. Dalam artian belum terjadi lagi tindakan teroris atau ekstrimis di Bengkulu.

Rencana aksi daerah egiatan pencegahan terganjal anggaran. Sebab itu ke depan akan dilibatkan OPD seperti Dikbud bisa sosialisasi di sekolah-sekolah. Dikbud bisa saat sosialisasi program Dikbud bisa langsung masukkan materi pencegahan teroris. Saat ini dihadiri 13 napiter yang sudah aktif dan kembali. Diberikan lahan di Talang Aling untuk dikelola buah-buahan. Karena saat ini anak-anak SD dan SMP sudah punya grup yang mengerikan tentang pembunuhan, teroris dll. Pemulihan korban seperti keluarga korban bunuh diri Kesbangpol dampingi. Ini sangat penting karena menyangkut keamanan negara. Sosialisasi dihadiri Kasatgaswil Densus 88 anti teror Polri, I Wayan, Bin, Ditintelkam Polda, Kanwil Kemenag, Kesbangpol Kabupaten/Kota dan OPD Provinsi terkait. Prof.Dr.Sugeng dari Unib menekankan bukan pencegahan tapi penanggulangan karena perilaku anak-anak sudah mengkhawatirkan karena bisa saja tampil sopan, alim tapi dikelompoknya, bisa perilaku memprihatinkan seperti seks bebas, begal, bobol atm meski intelektual tinggi. Intinya semua harus waspada dan diajak bergaul meski nampak baik-baik saja namun harus diwaspadai. Ia minta Densus 88 anti teror menyisir berbagai kejahatan di provinsi Bengkulu. “Kebijakan bisa dijaga namun perilaku harus diwaspadai. ***hasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.