Air Mengalir, Pertanian Bertumbuh Peningkatan Jaringan Irigasi Kiri D.I Air Manjunto Dukung Ketahanan Pangan di Kabupaten Mukomuko

oleh -4 Dilihat
oleh

 

Mukomuko – Air merupakan faktor utama dalam mendukung keberhasilan sektor pertanian. Keandalan jaringan irigasi menjadi kunci dalam menjamin kontinuitas pasokan air ke lahan persawahan sehingga produktivitas pertanian dapat terjaga secara berkelanjutan. Seiring bertambahnya usia infrastruktur serta adanya kerusakan akibat erosi dan gerusan di beberapa titik saluran, diperlukan peningkatan jaringan irigasi agar pelayanan air kepada petani tetap optimal.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu melaksanakan Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Kiri D.I Air Manjunto Kab. Mukomuko Tahun Anggaran 2026.

Pekerjaan ini ditargetkan meningkatkan jaringan irigasi sepanjang 3,30 kilometer dengan cakupan layanan irigasi seluas 399 hektar lahan pertanian. Melalui peningkatan tersebut diharapkan distribusi air irigasi menjadi lebih andal, efisien, dan berkelanjutan sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian masyarakat.

Meningkatkan Keandalan Jaringan Irigasi

Pelaksanaan pekerjaan bertujuan untuk meningkatkan keandalan sistem irigasi dalam menyalurkan air ke lahan pertanian, mengurangi kehilangan air sepanjang saluran, meningkatkan efisiensi operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, menjaga keberlangsungan produksi pertanian, serta mendukung program swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Pengamanan Infrastruktur dengan Bronjong

Selain peningkatan saluran irigasi, pekerjaan ini juga mencakup pembangunan bangunan pengaman berupa bronjong pada lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami longsor. Pemasangan bronjong berfungsi untuk menahan tebing saluran atau jalan inspeksi irigasi, menjaga stabilitas lereng di area saluran irigasi, melindungi pondasi bangunan talang irigasi, memperpanjang umur layanan infrastruktur, serta meminimalkan risiko gangguan distribusi air kepada petani.

Penggunaan bronjong dipilih karena memiliki fleksibilitas yang tinggi terhadap pergerakan tanah, mampu menyesuaikan kondisi lapangan, serta efektif meredam energi aliran air sehingga sangat sesuai diterapkan pada daerah yang memiliki potensi erosi.

 

Perkembangan Pekerjaan

Hingga 19 Juli 2026, progres fisik pekerjaan telah mencapai 20,82 persen. Pelaksanaan konstruksi berjalan sesuai tahapan, meliputi pekerjaan persiapan, pembangunan saluran irigasi, pemasangan bronjong sebagai pengaman tebing, pekerjaan beton, serta pengendalian mutu melalui pengujian material dan pengawasan lapangan secara berkala.

Pada tahap saat ini, pelaksanaan pekerjaan difokuskan pada area di luar penampang basah saluran irigasi karena masih berlangsung masa tanam padi. Kondisi tersebut menyebabkan pekerjaan di dalam penampang basah saluran belum dapat dilaksanakan agar pasokan air irigasi kepada petani tetap terjaga.

Berdasarkan keputusan Komisi Irigasi, masa tanam palawija yang memungkinkan dilaksanakannya pengeringan saluran dijadwalkan mulai bulan September 2026. Sambil menunggu masa pengeringan tersebut, pekerjaan difokuskan pada kegiatan yang tidak mengganggu aliran air, antara lain pemasangan bronjong sebagai pengaman tebing serta persiapan material untuk pekerjaan saluran, termasuk pembuatan panel beton pracetak saluran irigasi.

Seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip kualitas, keselamatan konstruksi, dan ketepatan waktu sehingga hasil pembangunan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat, khususnya para petani sebagai penerima manfaat layanan irigasi.

Manfaat bagi Masyarakat

Setelah pekerjaan selesai, peningkatan jaringan irigasi ini diharapkan mampu memberikan berbagai manfaat, antara lain memperlancar distribusi air irigasi, mengurangi kehilangan air akibat kebocoran maupun kerusakan saluran, meningkatkan keandalan layanan irigasi pada lahan pertanian seluas 399 hektare, meningkatkan produktivitas pertanian dan indeks pertanaman, mengurangi risiko kerusakan saluran akibat banjir dan gerusan, meningkatkan pendapatan petani melalui ketersediaan air yang lebih terjamin, serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Mukomuko maupun secara nasional.

Komitmen Pemerintah

Pemerintah terus berkomitmen membangun infrastruktur sumber daya air yang andal, aman, dan berkelanjutan guna mendukung pembangunan sektor pertanian. Peningkatan Jaringan Irigasi Kiri D.I. Air Manjunto merupakan salah satu bentuk investasi pemerintah dalam meningkatkan pelayanan irigasi, menjaga keberlanjutan produksi pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui pembangunan ini diharapkan setiap tetes air yang mengalir mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi petani, mendukung peningkatan produksi pangan, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Air Mengalir, Pertanian Bertumbuh” bukan sekadar slogan, melainkan wujud komitmen bersama dalam menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang berkualitas demi masa depan pertanian Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.***has

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.