ALUR PELABUHAN PULAU BAAI SEKARAT! GUBERNUR JANJIKAN KAPAL KERUK NONGOL AWAL BULAN

oleh -325 Dilihat
oleh

 

KHAZANAHNEWS.COM**Kondisi gerbang ekonomi Bengkulu yakni alur pelabuhan pulau baai saat inj kondisinya sekarat atau tidak ada lagi aktivitas kapal masuk atau keluar melalui kolam pelabuhan. Ini berdasarkan wattshapp wakil ketua INSA, Edi Haryanto yang menegaskan kondisi alur terkini Senin(28/4).

“berarti s/d tgl 28 April hari ini ,belum ada kapal yg bisa keluar atau masuk kecuali KMP Pulo Telo / Enggano ya pak?” Gubernur Helmi Hasan pada wartawan usai rapat RUPS Bank Bengkulu Senin(28/4) pada wartawan menyampaikan pengerukan alur terus mengalami kemajuan…? Dirinya terus berkomunikasi dengan GM Pelindo, Pak Sudrajat, Menhub dan Menteri LHK.

Ke depan akan duduk satu meja di Kemenhub membahas masalah kendala, perizinan dan tugas masing-masing. Gubernur mengaku sudah memohon-mohon pada Pelindo agar melakukan pengerukan. Dan Pelindo sudah menjanjikan awal bulan Mei ini kapal keruk besar segera datang saat ini masih dalam perjalanan. Gubernur minta semua bersabar karena hanya kata ini yang bisa ia sampaikan “Bersabar”?

Pemberitaan sebelumnya PT.Pelindo Bengkulu* Janji Pelindo pusat kepada gubernur Helmi Hasan untuk mengirim kapal keruk kapasitas besar, akhir April ini belum terbukti, ataukah hanya PHP? Ini berdasarkan info, anggota dewan kota Bengkulu, Edi Haryanto yang juga wakil ketua INSA.

*Apa khabarnya Revitalisasi pelabuhan pulau baai dengan anggaran Rp. 1 triliun*
Katanya akan di mulai akhir april 2025 tapi kenyataanya kapal keruk yang dijanjikan belum juga datang dan pengatasan darurat alur pelabuhan pulau baai sampai sekarang minggu 27 april 2025. alur pelabuhan pulau baai belum bisa juga di lewati kapal yang mau keluar mau pun masuk kepelabuhan pulau baai, saat ini belasan kapal terjebak dikolam alur maupun yang antri diluar alur.

Baru baru ini Pelindo uji coba kapal *TB Kayu Manis* dgn draf ( kedalaman) kapal 2,8 Meter
Loa (lenght over all)/panjang kapal 24.43 Meter dan lebar kapal 8.40 Meter di mana di uji coba keluar alur pada waktu air pasang 1.0 M yang menuju bergerak surut pada air 0.9 Meter. Ternyata kapal TB.Kayu Manis tidak bisa lewat alur /kandas pada spot melintang tanjung harapan (spot yg biasanya kapal tidak kandas) ,, dari kejadian itu bisa diestimasi draf di alur pelabuhan sampai saat ini masih sekitar +/- 1,5 M artinya pengerukan yang di lakukan PT.Pelindo yang sudah 1 bulan lebih ini belum membuahkan hasil, hal ini ada beberapa kemungkinan penyebabnya:

1. *Jenis Sedimen:* Jika sedimen yang ada terdiri dari material yang keras atau padat, seperti rontokan batu breakwater atau pasir yang sangat padat, maka akan lebih sulit untuk mengeruknya dengan mesin sedot kapal nera 2 yang di gunakan saat ini .

*2. Peralatan yang Digunakan:* peralatan yang digunakan oleh PT.Pelindo sampai saat ini adalah ekskavator dan mesin sedot pasir (kapal 6Nera 2) ini kurang memadai untuk menangani jenis sedimen tersebut dgn kecepatan sedimentasi 1.500 M3 per hari sehingga hasilnya yang dikeruk dengan pasir yang masuk tidak seimbang harus cepat didatangkan kapal keruk yang besar.

*3. Kondisi Alam:* Arus laut yang kuat atau gelombang tinggi dapat menghambat proses pengerukan dan memperbanyak sedimen kembali mengendap di alur pelabuhan.

*4. Koordinasi dan Perencanaan:* PT. Pelindo Pulau Baai seperti tidak punya perencanaan yang baik untuk mengatasi pendangkalan alur pelabuhan pulau baai dan koordinasi dengan KSOP sebagai regulator di pelabuhan kurang bagus.

Masyarakat terus bertanya janji PT.Pelindo yang akan mendatangkan kapal keruk untuk mengatasi alur pelabuhan dan program revitalisasi Rp. 1 triliun PT.Pelindo yang dinilai hanya omon-omon terhadap rakyat dan pemerintah provinsi Bengkulu. Sebab itu wakil ketua INSA berharap Pelindo Gercep dan bekerja serius tangani pelabuhan sebagai pintu gerbang pergerakan ekonomi di Provinsi Bengkulu.***hasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.