Banjir dan Longsor Kepung Lebong

oleh -10 Dilihat
oleh

 

KHAZANAHNEWS.COM**Hujan deras yang terjadi pada Minggu (5/4) menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah daerah di Provinsi Bengkulu, salah satunya di Kabupaten Lebong.

Banjir merendam permukiman warga di beberapa wilayah terdampak. Genangan air juga terjadi pada akses jalan umum. Kejadian ini menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.

Upaya tanggap darurat dilakukan bersama tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Lebong, TNI/Polri bersama masyarakat setempat.
Data terhimpun Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) mencatat musibah tejadi di enam kecamatan.

Di Kecamatan Lebong Tengah banjir melanda Desa Semelako I, Desa Karang Anyar, dan Desa Tanjung Bungai II. Sementara di Kecamatan Lebong Utara banjir terjadi Desa Nangai Amen, Desa Pasar Melintang, Desa Pasar Muara Aman, sedangkan Desa Lebong Tambang mengalami longsor.

Kecamatan Amen banjir terjadi di dua desa yaitu Desa Nangai Tayau dan Desa Sungai Gerong.

Untuk Kecamatan Uram Jaya longsor melanda Desa Lemeu. Sedangkan Desa Tangua, Desa Kota Agung, dan Desa Kota Baru mengalami banjir.

Tidak hanya di situ, banjir juga merambah ke Kecamatan Lebong Selatan, tepatnya Desa Kutai Donok. Sementara desa di Kecamatan Pinang Belapis yautu Desa Air Kopras mengalami longsor.

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Khairil Anwar menjelaskan, ia menerima laporan bahwa
hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Lebong sejak siang hari.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan peningkatan debit air pada sejumlah sungai hingga meluap ke permukiman warga dan badan jalan, khususnya di wilayah yang berada di sekitar daerah aliran sungai, seperti Air Ngeai, Air Kotok, dan Air Uram,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Lebong melalui BPBD bersama unsur kecamatan, desa, dan OPD terkait segera melakukan langkah tanggap darurat dengan menurunkan tim sebagai penanganan awal.
Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak untuk siaga dan mendampingi masyarakat terdampak banjir.
Selanjutnya petugas BPBD bersama unsur desa, kelurahan, dan kecamatan melakukan penanganan di lokasi kejadian.

“Evakuasi warga dan mendistribusikan bantuan darurat (logistik) kepada masyarakat terdampak. Hingga saat ini pendataan rumah warga yang terdampak dan kebutuhan logistik masih terus dilakukan. Termasuk pemantauan drainase dan saluran air oleh Dinas Pekerjaan Umum, serta pemantauan kondisi dan penyampaian imbauan kewaspadaan banjir susulan kepada masyarakat,” demikian Khairil.***has

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.